Bawah Bayangan

Melihat anaknya lulus kuliah merupakan momen yang paling membahagiakan bagi orang tua. Anak juga akan bahagia untuk sementara waktu, seperti rencana baru telah menanti. Pertanyaan tentang karier dan pilihan hidup seakan sudah diatur oleh keluarga.

“Kamu mau ngelamar di kantor mana?”

“Kapan bisa mulai membantu keluarga?”

“Kamu mau ‘kan meneruskan usaha ini?”

Berada di persimpangan hidup, antara menyusuri jalan lurus yang telah dipersiapkan oleh keluarga atau memulai langkah baru dengan jalur yang masih belum diaspal. Jalur lurus merupakan langkah yang mudah. Namun, apakah ini hidup yang diinginkan, untuk sekadar menjadi bayangan yang selalu mengikuti keluarga ke mana langkah kaki membawanya? Jika itu memang keinginan, susurilah jalan itu. Jika tidak, apakah siap untuk mengorbankan separuh kehidupan tanpa ada rasa senang dalam dirimu? Seberapa kuat membohongi diri sendiri sambil berbisik kepada jiwa jika ini memang arti dari kesukesan atau cara membahagiakan keluarga? Tak usah lagi berpura-pura dengan hal itu. Apakah ini hidup yang kalian inginkan?

Mengapa kesuksesan sering kali dilihat dari seberapa banyak nominal yang dimiliki di tabungan atau jabatan yang tinggi? Mengapa tidak dilihat dari kualitas hidup yang dijalani? Hidup sederhana dengan berkecukupan, memiliki pekerjaan sesuai dengan cita-cita dilengkapi dengan hubungan keluarga yang harmonis. Apakah bahagia memulai karier baru tidak termasuk dalam kamus kesuksesan? Seakan melakukan rencana yang berbeda dengan keluarga adalah hal yang tabu.

Tak ada salahnya menyampaikan jalur lain yang dapat ditempuh kepada keluarga. Penyesalan terbesar dalam hidup adalah tidak melakukan sesuatu yang kamu inginkan. Penyesalan itu akan semakin membayangimu selama sisa hidupmu, tanpa terang waktu yang mampu menghilangkan bayangan penyesalan.

Jika kegelapan dan depresi mulai menyelimutimu di perjalanan yang baru, senter mana yang akan menerangimu? Percayalah, kamu tidak sendiri. Masih banyak petualang-petualang di luar sana yang sedang menyusuri jalur ini, tanpa ditemani lentera orang tua yang akan menerangi dan mendukungnya. Mereka berani untuk memulai langkah itu, meskipun mereka tidak tahu jika itu jalur yang benar bagi orang tua mereka. Namun, mereka tahu bahwa jalur ini adalah langkah awal untuk terbebas dari bayangan dan momen untuk menjalani hidup yang nyata.

Hidup hanya sekali, semua takdir dan pilihan jalur ini ada di dalam dirimu. Apakah kamu siap untuk hidup menjadi bayangan atau hidup menjadi sesuatu yang nyata?

4.7 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top