Rumah Kita

Aku bermimpi, kita punya rumah jauh dari pertigaan. Di pojokan. Sebelah kanan. Menghadap utara. Kalau senja, sinar matahari jatuh di matamu yang kecoklatan. Remang-remang. Tenang.

Halamannya luas. Banyak tanah lapang. Bisa kita injak dengan kaki telanjang. Sambil siram-siram. Menanam tomat dan bawang. Jinjit-jinjit lalu terjengkang. Karena selang.

Jendelanya besar. Pagarnya rendah. Ubinnya dingin. Anak-anak baru pulang. Telapak kakinya tercetak. Habis main layangan. Tanpa sandal.

Gemercik keran yang kurang rapat. Air mendidih yang meletup kecil. Derapku lari ke sana ke mari membenahi.

Kamu dan alat penggiling kopi pagi-pagi. Minggi pagi. Jemuran masih basah. Nasi baru tanak. Harum tempe goreng baru matang. Anak-anak mendengkur pelan.

Tidak besar. Tapi tidak kurang.

Kita. Menjadi rumah kita.

4.7 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top