Kau Ingin Menjadi Seperti Apa?

Kebanyakan orang bilang, “Jangan menjadi air, mereka hanya akan mengikuti arus dan bergerak ke tempat yang lebih rendah.” Tetapi tidak dengan dia, dia bilang, “Jangan menjadi batu, kau akan mudah hancur ketika terjatuh. Jadilah seperti air yang mengalir, mereka tak akan hancur walau terjatuh berkali-kali.”

Menurutmu mana yang lebih baik? Menjadi seperti batu, atau menjadi seperti air?

Di saat kau menjadi seperti batu, kau mungkin akan terlihat lebih kuat dibandingkan air. Kau mungkin juga tak semudah itu hancur. Jika kau ingin menjadi seperti batu, dan memilih menjadi batu terkokoh, pastikan kau benar-benar kokoh sehingga kau bisa menjadi pijakan dan tempat untuk orang yang membutuhkannya. Tetapi menjadi kerikil pun tak apa, kau tetap dibutuhkan karena tak semua orang membutuhkan batu yang kokoh. Ada mereka yang membutuhkan kerikil untuk mempercantik tanaman, menjadi penyangga, dan lainnya. Kau tetap berguna walau tak sekuat mereka.

Jika kau ingin menjadi seperti air pun tak apa. Apa salahnya menuju tempat yang lebih rendah? Bukankah air pada akhirnya akan selalu bermuara ke laut? Tak peduli kau berasal dari air mana pun, kau akan tetap bermuara ke laut. Setelah sampai di sana, kau bisa memilih untuk pergi ke mana saja. Kau akan berevaporasi dan menjadi air hujan, atau bahkan salju. Lalu kau akan turun dan memberi kehidupan bagi tanaman yang kau hujani, juga menjadi sumber kebahagiaan bagi mereka yang menyukai hujan maupun salju. Saat menjadi seperti air, kau tidak terbawa arus, kau mengikuti arus, arus takdirmu menuju tempat kau seharusnya berada.

Tetapi, jika kau tak ingin seperti keduanya, kau bebas untuk memilih menjadi apa saja. Menjadi seperti bunga, pohon, hewan, tanah, api, matahari, bintang, apa pun itu. Kau tak perlu sama dengan yang lain. Bahkan dia yang saat ini memilih menjadi seperti air pun, dia memilih untuk menjadi angin di kehidupan berikutnya. Angin bebas, tak hanya berdiam di satu tempat, dan angin bisa berhembus ke mana pun dia mau, katanya.

Menjadi apa pun kau, sekecil apa pun itu, kau tetap dibutuhkan. Kita semua mempunyai tugasnya masing-masing, punya kebahagiaannya masing-masing seperti air yang tak akan bisa menjadi pijakan, juga seperti batu yang tak akan bisa menghidupi tanaman. Sekeras apa pun mereka mencoba, mereka tak akan berhasil. Alasannya hanya satu, karena itu bukan tugas mereka.

Bagaimana denganmu, tugas apa yang ingin kau lakukan? Kau ingin menjadi seperti apa?

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top