Sepertiga Malam

Sepertiga malam.

Lelah yang bersemayam, dan bosan yang makin dalam.

Lantas terbayang akan masa depan yang suram.

Rasa syukur hanya menjadi idaman, dan kesabaran adalah rengek keputusasaan.

Akankah aku terkoyak di dalam kesesatan, meninggalkan dunia menuju kesuraman?

Menjadi jiwa gila dan terjatuh dalam dosa.

 

Sepertiga malam adalah waktu kelana para bidadari kusam.

Mereka adalah wajah-wajah akhir zaman.

Guratan takdir yang tidak diharapkan.

Dalam temaram mereka merunut harga dari sebuah iman yang rasanya makin

kelam. Ambruk terkoyak kenyataan.

Bidadari kusam, geraknya buyarkan lamunan masa silam.

 

Masih di sepertiga malam yang beranjak amat pelan …

terdengar sayup kekecewaan.

Iktikad sebuah perencanaan, alih-alih buyar dilibas segala problema kehidupan.

Juga doa-doa yang tak bosannya dipanjatkan,

masih menjadi senjata mutakhir yang terus digunakan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top