Semesta yang Lain

Mulanya kita adalah takdir, kemudian kita terbuai dalam alur yang tak menentu, dan akhirnya menjadi pandir dengan saling tak acuh. Padahal aku bersimpuh, merindu. Dan kau puan yang memegang kendali penuh. Semiotika harapan dari engkau yang kujadikan sajak dalam senandika. Kau pun tau puan, aku benci menulis puisi cinta. Mengangkat gairah putus asa; mendewakan nafsu berbalut anugerah; membunuh sudut pandangku menjadi tak karuan.

Namun, setidaknya aku mengerti akan sesuatu, bahwasanya hati adalah titah yang terkadang membutakan nalar. Lemah bagai bumantara kelam yang takluk pada malam.


Kauingat sajak ini?


Puan, Rembulan, dan sisa-sisa makanan karyawan.

Dan aku yang hanya sanggup menghisap puntung rokok kala itu.

Dan acap kali kau suapiku dengan kalimat-kalimat penggugah semangat pula.

Serta karunia sebuah keperawanan yang kita lelang seharga kacang.

Lalu, kita raih sesal yang setimpal, juga teguran moral teruntuk pola pikir bebal.

Sonder cuan…

Sonder tabungan…

Sonder belas kasihan…

Aku masih sering merindukan andrenalin terpacu seperti dahulu.

Tatkala hanya sebatas makan malam yang kita impikan, serta naungan Tuhan yang kita harapkan.

Kita juga sangat suka membahas soal matrimoni dan brengseknya budaya yang menganiaya. Kala aku coba menafsirkan sajak-sajak Rendra dan kau hanya tersenyum untuk menghargaiku. Kemudian kau dengan menggebu-gebu membacakan syair Sapardi dan aku hanya mengangguk dungu. Panji-panji rayuan kaulatunkan, menggerogoti kecewa yang hampir padam. Tapi kemudian kita terbuai dalam alur yang tak menentu dan akhirnya menjadi pandir dengan saling tak acuh.

Pun kau takluk pada semesta yang lain. Peluh dan risau yang selalu kaucurahkan. Tentang anak-anak yang kauimpikan dengannya. Dan sajakku ini paling memalukan. Kusingkirkan tema kemiskinan hanya untuk menarik perhatian yang menjadi angan.

Kamu menjadi istri kerabatku,

tak apa.

Kau berkisah,

mencintainya sejak lama.

Tak apa.

Kita adalah takdir,

akhirnya menjadi martir.

4.3 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top