Guratan

Di tengah keadaan yang membuat naik pitam,
aku terpana oleh senyum terpaksa sang bidadari kusam,
yang sedang menjajakan bengisnya hasrat.
dan menelan bangkai harapan.
Masih sekitar timur ibu kota.
Adalah nirwana mereka.
Mereka adalah penopang-penopang ambisi
para tengkulak hawa nafsu.
Yang memegang prinsip klise akan karut-marutnya kehidupan.

Di tengah keadaan yang tak menentu,
Aku berdiri tepat di bawah sinar lampu oranye.
Berpapasan debu dan asap kendaraan.
Memandang para pedagang kecil,
mereka berjejer rapi tanpa komando.
Usaha untuk sarapan esok pagi.

Di tengah keadaan yang sungsang,
Aku sudah di pusat ibu kota yang belum juga terlelap.
Memperhatikan kakek tua dengan sisa dagangan,
menghitung hasil tak sepadan perjuangan.
Dia pulang tanpa putus asa.
Mendamba senyum sang istri yang pulihkan rasa.
Sembari menahan vertigo seraya berdoa.

Nasi kemarin pagi pun sudah tak ada.
Biarlah …
Sang Pemberi Rezeki tak akan pernah tertidur.

3 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top