folder Filed in Adalah, Hidup, Prosa, Sendiri
Masih Perang, Ya?
Ucapkan terima kasih kepada tubuh, diri, hati yang sudah sekuat jati.
Nayindry comment One Comment access_time 2 min read

Sejatinya, dunia memang dipenuhi banyak tanya. Pertanyaan dan teka-tekinya yang tak mampu kaujawab membuatmu terlihat bodoh berdiri di dalam dunia. Sekarang aku tahu, teka-teki sulit yang tak tertebak itu adalah pertanyaan yang kaubuat sendiri, kau sendiri juga tak tahu apa jawabnya. Lalu kau menyalahkan dirimu, orang sekitar dan semesta, kenapa mereka memberikan pertanyaan yang tak bisa kaujawab, yang muaranya tak tahu di mana.

Katanya perang yang paling sulit untuk damai bukanlah melawan penjajah, negara lain, atau bangsa lain, melainkan, perang melawan diri sendiri. Mungkin bagimu, tiap-tiap anak tangga kaulewati harus dihitung, namun bagiku tidak. Semakin kauhitung semakin kau merasa berat untuk naik, merasa semakin terburu-buru. Langkahkan saja kakimu, menaiki anak tangga tersebut. Pegang lututmu jika linu, duduk sebentar jika kakimu kram, pijat ia perlahan, ucapkan terima kasih pada diri, dan lanjutkan perjalanan. Tanpa perlu berhitung, kau akan sampai juga. Jangan salahkan kaki yang kram dan lutut yang linu. Bantu mereka untuk kembali berjalan, membawamu ke titik yang tuju. Ucapkan terima kasih kepada tubuh, diri, hati yang sudah sekuat jati. Bagaimanapun, diri adalah seutuhnya kamu dan ragamu. 

Kau harus belajar menghargai hari sekarang dan mensyukuri segala apa yang kau punya walaupun sedikit, walaupun banyak, walaupun kau pendek, walau kau tinggi. Syukuri. Kebahagiaan itu tercipta dari diri sendiri. Kehadiran adalah salah satu hal yang bisa kausyukuri, lupakan hal dulu yang sudah lama terjadi, biarkan larut ke dalam palung paling dalam, timbun ia dengan tumpukan kebahagiaan dan jangan beri jalan untuk naik ke permukaan. 

Apa yang terjadi setelah kau membuka mata bukanlah urusanmu. Tidak ada yang pernah tau, apa yang akan terjadi lima menit kemudian. 

Damailah dengan diri,

Lupakan yang lalu,

Abaikan hal buruk,

Maafkan segala kesalahan,

“Karena sesungguhnya kau adalah orang paling pemaaf,”  hati kecilmu bersuara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment