Kupetik Pipimu di Sela-sela Kata

Aku masih sangat ingin membelah hening dalam seluk-beluk ramai di tengah kota. Menyingkirkan kesat rasa, menepikan ego-ego yang menjulang kokoh dan pongah. Rasanya, sisa-sisa waktu tak pernah sedikit pada masa ini. Aku inginkan bersamamu, dalam pertemuan sederhana sembari menyusuri kota pada awal malam.

Suara klakson, bau masakan matang yang dijajakan, lampu-lampu temaram yang menyoroti jalanan. Kita sama-sama berkelakar, mencoba memahami satu sama lain dengan sabar dengan atau tanpa melihat bagaimana kalimat itu terandar.

Tak ada yang mengganggu di waktu yang singkat itu. Aku hanya menikmati tawamu, ceracau yang kadang aku tidak pahami namun aku tahu itu bagian menggemaskan tentangmu. Sering kali kau yang banyak bercerita, baik cerita tentang keluarga, dinding putih yang kau cat sedemikian rupa, bagaimana kau belanja atau cerita-cerita lain yang aku dengarkan kata demi kata.

Ucapmu, kau menyayangiku tanpa tapi. Tiada ragu yang kau ucapkan. Aku melihat dirimu membiarkan sisa-sisa masa lalu dengan tangan yang kau kibaskan dalam kepastian. Bersamaku, kau tak peduli dengan waktu lampau. Bagiku, kau adalah masa di mana aku menjejaki ruang dengan rasa. Bagi kita, masa depan adalah abu yang kita bangun dengan kata dan perbuatan. Masa lalu adalah milik kita yang lama, yang sama-sama kita simpan pada ruang memori tak tersentuh.

Aku ingin menghampiri dirimu dalam kata. Kata-kata sepi yang kutahu akan ramai di tengah mata dan pembicaraan kita tentang masa, masa-masa antara waktu sempit yang ingin aku sudahi berputarnya waktu dan menyanggah dengan kalimat tanya.

Padamu; berbahagia saja sayangku, esok mungkin sampai. Esok mungkin akan kupetik pipi mungilmu saat senja sudah mengkristal.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Hilmah Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Hilmah
Guest
Hilmah

<3

Top