Ada yang Kembali di Satu Stasiun Tua

Pada satu bangku stasiun paling ujung
Aku meniupkan salam temu
Apakah ia merasa wujud tiupan itu?

Pada dentang jam dinding di lorong tua
Aku memasang pandang tak berjeda
Sempatkah ia memberi sedikit tolehan sapa?

Jam dua belas siang dan seonggok bangku yang takkan ke mana
Tapi kali ini pemandangan tak merupa sama
Lelaki dengan ransel hitam perlente itu tak ada jelmanya

Entah karena kematian,
Atau karena penepian.

Maka, pada angin-angin yang membawa serta kereta favoritnya
Sampaikan maaf dan terima kasih untuk dia
Dari aku, gadis di balik tiang pada peron yang sama
Yang akhirnya kembali merasakan hati terisikan nyawa
Setelah pada lalu sempat mati karena banyak luka kecewa

4.6 5 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top