Untung dan Rugi dari Proses Menjadi Tua dan Dewasa

Dulu sewaktu masih kecil, saya ingin sekali cepat menjadi besar, agar bisa makan banyak es krim, tidur lebih larut, bermain ke tempat yang jauh tanpa takut tersesat atau diculik, dan tidak lagi diatur kapan jam untuk makan dan mandi. Lalu saya  banyak makan, mandi dengan teratur, pergi ke sekolah, menuruti semua perintah ibu saya, dan tumbuh menjadi sekarang. Jika bisa saya tarik ucapan saya sewaktu kecil dulu mungkin sudah saya lakukan. Nyatanya, tidak ada yang benar-benar keren dari menjadi tua dan bertumbuh besar. Menginjak kepala dua membuat saya sadar kalau menjadi tua dan dewasa ternyata hanya tentang beban dan tanggung jawab yang semakin bertambah, bukan hanya pada apa yang diberikan lingkungan kepada kita, tetapi juga tanggung jawab dan beban kepada diri sendiri, untuk merawat dan membahagiakan diri. Belum lagi pandangan orang tentang umur dan kedewasaan yang tak pernah bisa disamakan tapi selalu saja kita sandingkan.

Dari sepuluh kenyataan pahit menjadi dewasa yang dipaparkan Steven Kux dalam artikel berjudul “10 Harsh Truths about Being an Adult”, hampir seluruhnya sedang saya alami, dari mulai tidak lagi bisa melakukan banyak hal sesuka hati, teman yang semakin sedikit, sering berada pada situasi yang mengharuskan saya berkompromi, kemampuan mata yang tidak sebaik dulu, waktu luang yang semakin berkurang, banyak hal yang terasa monoton, dan dunia yang seperti tidak pernah berhenti lari meninggalkan saya. Lalu, apa yang bisa dibanggakan tentang proses tumbuh dan menjadi dewasa?

Di dalam otak manusia terdapat bagian yang bernama hippocampus, bagian dari sistem limbik otak besar yang terletak di lobus temporal dekat pusat otak. Fungsi utama hippocampus adalah penyimpanan dan pengolahan memori jangka panjang, baik memori eksplisit yang terdiri dari fakta dan peristiwa yang secara sadar kita lakukan, ataupun hubungan spasial yang membantu kita dapat dengan mudah mengingat suatu peristiwa hanya dengan aroma atau alunan nada yang pernah kita rasa.

Ingatan sedih karena ibu yang tidak memberikan mainan yang saya minta, kecewa akibat mendapatkan nilai ulangan yang tidak memuaskan, gelisah karena diacuhkan sekeliling, juga sakit hati karena dibohongi adalah beberapa hasil kinerja hippocampus. Menyakitkan dan sedih untuk dikenang kembali, pun sedikit banyak punya andil membuat saya sekarang menjadi pribadi yang tidak begitu optimis, ragu-ragu, dan sulit percaya orang lain. Tetapi, mungkin itu yang bisa disyukuri dari proses tumbuh dan menjadi dewasa. Karena kita sudah pernah jatuh, gagal, terluka, dan pecah, kita lantas berusaha untuk menata masa yang akan datang dengan kenangan buruk yang ada di kepala. Katanya, belajarlah dari pengalaman, walau masih ada kenyataan jatuh di lubang yang sama berkali-kali. Kita memang tidak begitu pintar menggunakan memori saat terinterupsi emosi.

Jika kamu memiliki kesempatan untuk memutar waktu, ke mana kamu akan menuju? Salah seorang teman menjawab, “Ke waktu di mana titik terendah dalam hidup gue. Saat gue sedih, hilang arah, nyalahin diri sendiri, enggak bisa nerima keadaan, bingung harus apa dan marah ke siapa. Biar gue bisa inget, kalo gue pernah dan udah berhasil melewati masa kelam itu.”

Nampaknya proses menjadi sesuatu adalah serangkai siklus berulang yang akan terus bergulir dan memaksa kita untuk belajar tanpa waktu istirahat makan siang. Seperti perdebatan tentang keberadaan ayam dan telur yang tak pernah berakhir karena logika yang selalu percaya bahwa sesuatu ada tercipta, dari yang tiada, pun berakhir begitu jua.

Mari kita hentikan perdebatan tentang untung dan rugi dari proses menjadi tua dan dewasa, karena sekalipun kita temukan jawabannya, apa kita akan bisa bersyukur dan menerimanya dengan lapang dada?

Yakini saja satu hal bahwa apa yang kita ketahui saat ini adalah titik kecil dari banyak hal lain yang belum kita ketahui. Terus belajar dan bertemu banyak orang, kembali bangkit saat jatuh lagi, tetap siap sedia memupuk kembali kepercayaan dan tekad yang retak, juga jangan lupa untuk sering-sering menengok diri sendiri.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top