Armand Maulana: Terus Menggemakan Kebaikan

Hampir genap 26 tahun, vokalis band Gigi, Armand Maulana, telah berkiprah di industri musik Indonesia. Sejak tahun 1994, Armand Maulana telah membentuk band yang turut membesarkan namanya tersebut. Tumbuh dan besar di lingkungan yang beragam tidak membuat Armand terpengaruh efek buruk di sekitarnya. Dari mulai preman pasar, penadah barang curian, hingga teman-teman pintar di sekolah, semua pernah berinteraksi dengan musisi satu ini. Baginya, warna-warni latar belakang manusia yang mengisi masa kecil membuat Armand mengetahui banyak ilmu tentang kehidupan. 

Kendati demikian, Armand Maulana kecil tidak bisa dibilang anak baik-baik juga. Banyak kejahilan-kejahilan yang kerap ia lakukan di masa belia bersama teman-teman seusianya. Satu peristiwa yang masih teringat dalam ingatannya adalah bermain petasan bersama teman-temannya di dekat rumah penjaga sekolah yang ternyata mengidap penyakit jantung. Armand panik dan takut karena penjaga sekolah pingsan lalu dibawa ambulans. “Wah itu takut setakut-takutnya. takut dipenjara,” ujar Armand.

Mendengar cerita tentang Armand dan profesi yang ia geluti sejak umur 23 tahun, saya jadi sadar betapa sulitnya mengemban banyak peran dalam satu pribadi. Ya, hebatnya, beliau berhasil melakukannya. 

 

“Sebagai public figure bernama Armand Maulana saya lakukan tanggung jawab saya semaksimal mungkin, tapi ketika saya turun panggung, saya kembali menjadi manusia yang normal.”

 

Untuknya musik adalah pekerjaan, sorotan, popularitas, dan privilege. Itulah mengapa tiap godaan yang pernah menerpa di sepanjang kariernya–ya sebut saja seperti wanita–tak pernah ia tanggapi dengan serius. “Enggak ah. Yang gue cari bukan itu kok,” begitu jawaban singkatnya. Ketimbang tergoda akan rupa-rupa gemerlap dunia, Armand justru punya kebahagian sederhana yang bisa dilakukan seorang diri: menonton film kesukaan, sambil tiduran di dalam kamar dengan ac menyala setelah mandi. Saya sangat setuju pada hal yang satu ini. Lagi pula, siapa yang tak suka?

Ditinggalkan tiga partner bermusiknya dalam grup band Gigi yaitu Baron, Thomas, dan Ronald adalah awal mula terjadinya titik terendah dalam hidup Armand. Bagaimana tidak, sepeninggalan mereka bertiga, usaha Armand dalam membangunkan grup band Gigi di masa-masa terpuruk ternyata tidak cepat dibayar dengan mudah oleh semesta. Bersama Dewa Budjana (satu-satunya personil Gigi yang masih setia menemaninya) Armand membuat berbagai rencana dalam rangka menaikkan nama Gigi dan mengembalikan kepercayaan fans. Namun, rekaman di Amerika yang menghabiskan banyak pundi-pundi rupiah tidak serta-merta menyukseskan album mereka. Pun ide untuk menggelar tur ke-100 kota yang belum pernah dilakukan musisi mana pun di Indonesia cuma berhasil menjamah 6 kota saja. Barulah album Kilas Balik yang direkam di daerah Puncak berhasil melonjakkan nama Gigi, khususnya lewat lagu “Terbang”. “Akhirnya di situ meledak lagi,” begitu Armand mengakhiri cerita soal serangkaian usahanya untuk menumbuhkan Gigi yang sempat tanggal. Mendengar kisahnya, terselip satu pesan singkat tak terucap, yakni mengenai semangat berkarya yang tidak padam, terus berusaha meski rintangan akan selalu ada.

Dalam video berbagi perspektif kali ini, bukan hanya sisi kehidupan Armand Maulana sebagai seorang musisi saja yang menjadi sorotan. Ia juga menceritakan kemahirannya dalam mengatur kehidupan pribadi. Menikah secara diam-diam dengan Dewi Gita di tahun yang sama saat Armand membentuk band Gigi, memicu respons negatif dari masyarakat luas. “Sempet keluar berita Armand dan Dewi Gita kumpul kebo, padahal gue bukan Kebo,” Armand mengakui kehidupan pernikahan yang dijalani selalu berubah dari waktu ke waktu. Bagi Armand dan pasangan, permasalahan hubungan tidak perlu diumbar kepada orang lain. Serumit apa pun masalah yang ada, hanya ia dan pasangannya yang bisa menyelesaikan. Seni berbagi adalah keindahan pernikahan yang hakiki.

Selaras dengan pesan mendiang Ibunda Armand yang terus teringat dan menancap di hatinya, “Kalau kamu jadi seseorang, jadilah seseorang yang 100% total,” Armand berpesan untuk selalu memberikan dampak positif kepada sekitar. Tidak perlu besar, sederhana saja mulai dari keluarga dan lingkungan sekitar. Ketika sebuah kebaikan dapat sampai ke hati seseorang, maka kebaikan tersebut dapat terus terngiang, menggema, dan dilanjutkan oleh manusia-manusia baik di luar sana.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top