Siapa Tahu?

Bagaimana perasaanmu ketika barang yang kausukai hilang? Marah atau hanya cemas sejenak? Apakah kau mencoba mencarinya hingga ketemu? Lalu bagaimana perasaanmu ketika barang yang tak kausukai hilang? Tak acuh atau tetap berusaha mencari? Seluruh sifat asli milikmu dapat tampak dengan dua peristiwa kecil itu dalam hidupmu.

Manusia hadir di dunia untuk mencari tahu informasi sebanyak-banyaknya. 99% informasi yang dicari tersebut berasal dari kejadian yang paling kecil. Memperhatikan cara duduk, menatap lawan bicara, membalas rasa terima kasih, menutup pintu kamar mandi, dan mengembalikan buku ke raknya setelah membaca adalah salah lima dari hal kecil yang berharga itu.

Peristiwa kecil seperti kehilangan suatu barang favorit menguji rasa kepedulian terhadap diri sendiri. Sedangkan kehilangan suatu barang yang bukan favorit menguji rasa kepedulian terhadap orang lain. Barang yang dicari menjelaskan impian yang kamu tuju. Kamu yang berusaha mencari barang itu menunjukkan seberapa kamu kuat untuk bertahan di bawah tekanan. Cekat dalam mencari belum tentu berhasil, begitu pula cepat dalam mencari juga belum tentu berhasil.

Akan tetapi, siapa yang peduli dengan teorema lisan itu? Zaman sekarang orang sulit dinasihati. Mereka pikir semuanya dapat terjadi karena keberuntungan. Mereka yang berusaha akan kalah dari mereka yang beruntung. Padahal, tanpa menjatuhkan siapa pun, peristiwa-peristiwa kecil tersebut secara tidak langsung menjadi jembatan emas bagi seseorang dalam membangun jati diri yang baik.

Siapa tahu kita dapat menemukan barang yang tak kausukai berubah menjadi berlian; siapa tahu.

4.4 7 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top