Tidak Perlu Jadi yang Terbaik untuk Jadi yang Terbaik

Kenapa enggak seratus? Adalah pertanyaan yang acap kali aku terima dari keluarga. Sebagai anak pertama di keluarga yang mengedepankan prestasi, adalah suatu kesalahan bila aku mendapat hasil yang kurang sempurna di aspek apa pun. Hasilnya, memang aku terlatih untuk menjadi yang paling dalam segala sesuatu. Nilai-nilaiku di sekolah selalu cemerlang. Berbagai perlombaan aku ikuti dengan hasil memuaskan. Guru-guru dan orang tua lain memujiku dengan segudang harapan.

Setiap akhir tahun, kala pembagian rapor dirayakan bersamaan dengan pesta kelulusan, aku tahu aku akan jadi langganan maju ke depan. Bisa untuk menerima beasiswa, bisa juga untuk menerima piagam penghargaan. Keyakinan itu yang membuatku tidak malu memberikan penampilan yang terbaik. Kalian tahu, banyak kamera dokumentasi yang akan menyorotku di depan panggung itu!

Tahun demi tahun aku lalui dengan semangat yang sama. Sampai di suatu persimpangan, aku kelelahan dan berhenti, hanya untuk melihat aku tidak memiliki siapa-siapa.

Aku lulus tanpa pengalaman yang berarti dengan teman-teman. Aku mengakhiri masa sekolah dengan kesan yang biasa-biasa saja. Aku hanya maju setiap akhir tahun pelajaran, lalu dilupakan selama sisa tahun selanjutnya.

Di persimpangan itu aku melihat orang-orang lain yang sama hebatnya denganku. Mereka yang pandai dalam hal yang sama sekali berbeda: bulu tangkis, basket, biola, piano, melukis, menari, dan dalam semuanya itu, aku sesungguhnya jauh tertinggal…

Sejatinya persimpangan mengajarkan kita begitu banyak. Menoleh dan berhenti sejenak begitu bermakna pada setiap laju dan lari. Dalam jalur yang aku jalani, ternyata tidak ada yang perlu aku kalahkan selain diriku sendiri. Dalam jalur yang aku lalui, ternyata tidak perlu menjadi lebih baik dari siapa pun juga, selain dari pribadiku yang lama bersemi.

Ah, kenapa enggak seratus? Pertanyaan ini sekarang bisa kujawab dengan lebih berani. Karena masih ada hari esok, papa, untukku meraih mimpi yang lebih tinggi lagi. Tidak harus maju ke depan panggung, tidak harus mengejar piala atau piagam, tapi yang pasti, aku harus jadi manusia yang lebih baik dari diriku yang kemarin.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top