Senjata-Senjata

Ketika kita mengikrarkan temu,

sudah kupersenjatai diriku dengan telinga

yang fasih menerawang maksud;

juga bibir yang sabar bicara

di waktu-waktu terlelahmu

agar saat mata ini lelap, sayangku,

tak kukutuk tidurmu dengan mimpi buruk

 

Ketika kita mengecoh waktu

beradu satu demi satu seperti bocah lugu

kurelakan sebelah telinga dan bibirku

tanda menyerah, sayang, dan tak lagi

kupentingkan ingin diriku sendiri

 

Ketika kita sama-sama berdarah,

sayangku, dengan anggota-anggota yang lucut

maka kepada telinga dan bibirlah

kau dan aku masing-masing berpulang.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top