Apa Sudah Selesai

Seorang manusia tersadar dari mimpinya dan berkata dalam hati, “Apa Sudah Selesai?”

Ternyata belum. Matahari menyapa malu-malu dari balik jendela dan manusia itu harus bangun lagi. Maka ia bangun, mandi, berpakaian, dan mendudukkan diri di hadapan layar bercahaya sambil menunggu-nunggu. Tanpa terasa, sore menjelang. Layar di hadapannya meredup. Manusia itu beranjak dan merenggangkan badan sejenak.

Dalam hatinya tebersit pertanyaan yang itu lagi, “Apa sudah selesai?”

Ternyata belum. Mendadak dunia menggelap dan matahari berpulang ke peraduannya. Anak manusia ini menyalakan lampu-lampu, satu di kamar, satu di halaman, satu di atas meja dan satu lagi …

“Sudah tidak ada lagi. Lampu sudah menyala semua,” katanya kepada diri sendiri, “Dan tidak ada yang harus dilakukan lagi. Sudah beres semua.”

Manusia ini berbaring telentang di ranjangnya yang sempit, menatap langit-langit, membayangkan satu hari lagi yang berhasil ia jalani. Hari ini sudah selesai, manusia itu membatin, tapi bagaimana dengan besok?

Ia membayangkan pertanyaan yang terus menghantui kepalanya setiap kali ia terbangun di pagi hari. Anak manusia itu berlaku seakan-akan setiap hari adalah hari terakhirnya di bumi.

“Apa sudah selesai?”

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top