Adam A. Abednego dan Teori Gosok Gigi

Adam A. Abednego, salah satu Co-founder  yang juga merupakan the heart dari Menjadi Manusia, membagikan cerita hidupnya dalam sesi Berbagi Perspektif kali ini. 

Adam merupakan lulusan Sistem Informasi. Dia banyak berkutat dengan teknologi dan komputer. Berbeda dengan Soekarno yang pernah berkata, “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia”, Adam justru bisa melakukan segalanya dengan sebuah komputer. “Lo kasih gue komputer, gue bisa melakukan apa pun,” tuturnya. Pascakuliah, Adam sempat bekerja di perusahaan yang berfokus pada bidang teknologi selama tiga tahun. Di sana, Adam menjalankan rutinitas sebagaimana seorang karyawan di sebuah korporasi besar.

Meskipun sudah nyaman dengan lingkungan serta ritme kerja di kantor tersebut, Adam selalu memiliki hasrat untuk menciptakan sesuatu. Keinginan ini semakin kuat ketika Adam menonton salah satu video wawancara di LinkedIn. Pada video tersebut, ada seseorang yang menyebutkan sexy toothbrush theory. Dari teori tersebut Adam sadar bahwa manusia bisa saja lupa, malas, atau tidak sempat untuk mandi. Akan tetapi, sebagian besar kita akan menyisihkan sedikit waktu bahkan menyempat-nyempatkan diri untuk sekadar menggosok gigi. Adam lantas mencoba untuk menerapkan teori ini, menyempatkan diri dalam menciptakan atau mengerjakan sesuatu yang dia suka, di luar rutinitas kantor.

Adam sontak menghubungi Rhaka dan perjalanan pun dimulai. Adam kemudian mengalokasikan satu sampai dua jam dalam sehari untuk membangun Menjadi Manusia. Setelah kurang-lebih enam bulan, Adam memberanikan diri untuk resign dari kantornya.

Reaksi paling dekat tentu datang dari lingkup keluarga. Sang Ibu sempat mendorong Adam untuk mencari pekerjaan lain di luar membangun Menjadi Manusia. Adam pun merasa kakak-kakaknya meragukan langkah yang dia ambil. Ditambah lagi, Adam juga sering mempertanyakan jalan yang sudah dia pilih dan ambil. Namun, di saat ragu dan ingin berhenti, Adam selalu mengingat-ingat alasan yang membuat dia untuk mengguratkan titik pangkal; pintu yang membuka segala kemungkinan. Selain itu, tulisan pertama Menjadi Manusia yang dia tulis sendiri sering kali menjadi kontemplasi yang memacu, bahkan menguatkan Adam sendiri.   

Bagi Adam, Menjadi Manusia adalah hidupnya, rangkaian proses untuk berkembang. Di sana ada mimpi yang dipupuk, rutinitas yang dijalani, kegagalan yang mesti dihadapi, napas yang harus dipertanggungjawabkan, bahkan teori gosok gigi yang senantiasa diterapkan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top