Sebuah Surat untuk Saya di Masa depan

Saya menyukai salah satu episode pada film Doraemon yang menceritakan tentang Nobita yang bertemu dengan masa depannya. Andai saja itu bisa saya lakukan, mungkin akan sangat menyenangkan. Dan dari film itu juga saya mencoba menulis sebuah surat untuk saya di masa depan. Isinya kurang lebih seperti ini.

 

“Hey kamu yang suka terjebak dalam sekat ketakutan. Hey kamu yang isi kepalanya sering berantakan. Apa kabar? Semoga di saat kamu membaca surat yang dikirim dari masa lalumu, kamu sudah jauh lebih baik. 

Kamu masih ingat bagaimana perasaanmu saat pertama kali meninggalkan rumah yang selama ini sudah jadi zona nyamanmu itu? Bagaimana rasanya? Kutebak, kamu pasti ketakutan. Tapi ada satu hal yang selalu membuatku kagum denganmu. Kamu selalu tidak ingin menunjukkan takutmu kepada orang yang kamu sayang. Dan pastinya sulit melakukannya. Aku tahu itu.

Waktu itu masih teringat jelas bagaimana raut wajahmu saat mencium jari tangan seorang ibu yang paling kamu sayangi. Air matamu sudah hampir jatuh namun berhasil kau tahan. Kamu hanya bilang padanya, ‘Saya akan baik-baik saja bu. Doakan saja saya di perantauan. InsyaAllah doa ibu jadi pelindung saya.’ Nada suaramu serak tapi bibirmu tetap mengukir senyuman.

Saat kamu tiba di perantauan, di kota besar yang keras, kamu mulai menangis. Pikiranmu seketika dikalahkan oleh rasa takut. Takut kalau orang-orang yang akan kamu temui nantinya tidak seramah dengan lingkunganmu, takut kalau tidak ada yang mau menjadi sahabatmu. Dan kamu juga takut jika ada orang yang akan berniat jahat padamu.

Lalu ajaibnya, kamu perlahan mulai beradaptasi dengan duniamu yang baru. Tunggu sebentar. Bukan, bukan ajaib. Tapi ini bentuk dari doa sang ibu yang tiada henti menyebut namamu di hadapan sang pemilik semesta. Dunia yang kamu kira bak hutan belantara itu perlahan menjelma menjadi taman bunga. Ya walau tidak banyak yang berhasil tumbuh tapi setidaknya dunia barumu mulai memiliki warna.

Tidak banyak yang ingin kusampaikan padamu. Dengan melihat kamu bisa berhasil melewati beberapa ketakutanmu, saya yakin kamu bisa lebih hebat kedepannya. Jangan lupakan saya di masa lalumu, tapi ingat saya selalu sebagai pelajaran untukmu. Saya sudah tidak sabar ingin melihatmu tersenyum dan bebas dari rasa takutmu di masa depan.

 

Salam rindu,

Dari masa lalumu yang terus belajar.”

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top