Untuk Kamu yang Selalu Menetap

Untuk kamu yang sedang merindu,

Maafkan aku yang selalu mengeluh,
akan adanya jarak dan waktu.
Maafkan juga karena membuatmu selalu dirundung pilu,
dan kekhawatiran yang tak menentu.

Bagaikan air yang mengair dengan tenang,
kamu menyimpan semua rasamu dalam bilik hatimu.
Sendirian, penuh kecewa, resah, dan gelisah.

Namun kini,
ibaratkan langit dan bumi,
kita tak dapat lagi menyatu,

Kamu…
mengubur semua mimpi,
harapan, serta angan jauh dalam kesedihan.

Bagaikan pelangi yang tidak abadi,
bagaikan musim yang terus berganti,
bagaikan hujan yang datang lalu pergi,
kamu selalu menetap dalam hati.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top