Memangnya Kenapa kalau Impianku Sederhana?

Tidak ada yang salah dari impian setiap orang, yang salah adalah ketika kita meremehkan impian orang lain. Memangnya kenapa kalau impian kita sederhana? Toh, nantinya kita sendiri yang menjalani impian tersebut. Orang lain hanya melihat dari sudut pandangnya masing-masing. Mereka hanya melihat dari apa yang ingin mereka lihat dan mendengar dari apa yang ingin mereka dengar. Tidak ada sedikit pun usaha untuk memahami dari sudut pandang kita. Hal itulah yang menjadi alasan bagi kita untuk terkadang tidak berani membagikan impian karena takut dengan tanggapan mereka. Kita takut impian kita terlalu sederhana di mata orang lain.

Tidak peduli sesederhana apa impian seseorang, kita tidak berhak menghakimi bahwa impian si itu terlalu sederhana dan impian si ini terlalu payah. Dunia pasti lebih indah jika kita saling menghargai dan mendukung impian satu sama lain. Padahal apa susahnya mengucapkan kalimat-kalimat baik dan mendukung seperti, impianmu keren juga, semoga kamu bisa meraih impianmu atau mari kita berjuang bersama untuk meraih impian masing-masing. Percaya atau tidak, kalimat-kalimat sederhana seperti itu bisa memberi keyakinan untuk orang-orang yang takut membagikan mimpinya.

Kalau kamu takut untuk membagikan impianmu, tidak apa-apa, aku juga takut membagikan impianku. Membayangkan bagaimana orang-orang terdekatku akan memberi tanggapan tentang impianku membuatku ragu untuk memperjuangkan impianku. Tapi, aku tidak mau terus seperti itu. Aku percaya akan datang hari saat aku bisa membagikan impianku tanpa ragu sedikit pun. Kamu juga harus percaya bahwa hari itu akan tiba.

Baru-baru ini, salah satu teman media sosialku baru saja membagikan impiannya. Katanya ia ingin menjadi penerjemah bahasa. Keberaniannya untuk membagikan impiannya ke orang lain membuatku berdecak kagum, aku mendukung penuh impiannya dan berdoa semoga ia bisa menjadi penerjemah yang hebat. Saat itu, yang aku pikirkan adalah suatu hari aku juga harus bisa membagikan impianku kepada orang lain. Aku harus mengatakan, “Aku ingin menjadi penulis” dengan yakin dan percaya diri.

Kalau dipikir-pikir kembali, sebenarnya dengan membagikan impianmu kepada orang di sekitarmu bisa memberikan rasa nyaman untuk dirimu sendiri dan orang-orang di sekitarmu. Jika aku berada di posisi orang yang mendengarkan impianmu, tentu aku akan sangat bersemangat dan tidak sabar untuk mendengar segala ceritamu. Jika aku sebagai orang yang membagikan impianku, aku akan sangat bersyukur bahwa aku tidak sendirian dan dikelilingi oleh orang-orang hebat di sekitarku.

Jangan pernah takut untuk membagikan impianmu. Setiap impian adalah doa dan harapan yang sedang kamu perjuangkan. Apa pun impianmu, aku mendukung penuh dan selalu mendoakanmu. Kamu tidak sendirian, mari kita berjuang bersama!

4.7 14 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top