Nasi Pecel Menu Hari Ini

Malam ini lebih gelap dari biasanya. Namun, tak tampak berbeda bagimu yang selalu menghabiskan malam-malam panjang di dalam bilik kamar, sendirian.

Tanpa kamu bercerita aku tau kau sedikit kesepian, tapi nyaman. Kita sama bukan? Aku merasakan tiap emosi yang datang dari dirimu.

Kadang penyesalan yang menyelimutimu, menutup rapat tubuhmu, membelit erat-erat hingga sesak menjalar perlahan.

Kadang kekhawatiran yang menyerbu brutal tanpa memberi celah untukmu melakukan perlawanan, sungguh sadis.

Bahkan jam di dinding kamarmu terasa berteriak hingga suara detiknya terdengar jelas masuk ke pendengaranmu.

Tanpa kamu bercerita aku tau kamu sedang kebingungan, bagaimana jika masa depan yang kamu rancang sedemikian rupa tak bisa terlaksana?

Padahal di dalamnya tersemat harapan dari kedua orang tua, seluruh anggota keluarga, bahkan sejumput bumbu pembuktian omongan tetangga.

Bagaimana jika tak bisa terlaksana?

Bagaimana jika nantinya aku tak menjadi apa-apa?

Bagaimana jika aku menjadi tak berguna?

Itu ‘kan isi pikiranmu?

Sudah kubilang, tubuhmu akan lelah jika memikirkan hal yang belum pasti, tapi dasar manusia keras kepala, omonganku bagai angin lalu bagimu.

Tanpa kamu bercerita, aku tau kamu menyesali keputusan yang pernah kamu ambil.

Mengapa dulu tidak pilih ini? Mungkin jika aku dulu pilih ini nasibku akan sedikit berbeda.

Bodohnya aku enggak mikirin konsekuensinya dulu.

Itu ‘kan isi pikiranmu?

Aku tau.

Kamu mau tau apa yang kudapat beberapa hari terakhir ini? Ah kurasa kamu tak akan menjawabku, maka aku akan terus bercerita tanpa meminta persetujuan.

This is My First Life, itu judul drama korea yang kutonton akhir-akhir ini, dari judulnya saja sudah dapat kausimpulkan bukan? Bahwa ini kehidupan pertamamu.

Belum melakukan banyak hal? Wajar sebab ini kehidupan pertamamu.

Melakukan banyak kesalahan? Wajar, ini kehidupan pertamamu.

Khawatir tentang masa yang akan datang? Wajar, ini kehidupan pertamamu.

Kamu belum memliki cukup pengalaman tentu saja.

Menyesali keputusan yang kamu ambil dulu? Wajar ini kehidupan pertamamu.

Namun, perlu kamu tau, karena ini kehidupan pertamamu, bukankah akan sangat sayang jika hanya dihabiskan untuk memikirkan masa lalu dan khawatir akan masa depan?

Seperti menikmati hidangan, bayangkan saja kamu sedang makan nasi pecel saat ini, tapi pikiranmu terbagi pada keinginanmu untuk makan nasi padang sekaligus memikirkan bagaimana rasa soto tengkleng yang kamu makan kemarin.

Padahal saat makan soto tengkleng pikiranmu pun melayang menginginkan nasi pecel serta memikirkan lontong sate yang kamu makan kemarin.

Ini kehidupan pertamamu, bukankah sayang jika tidak dilahap dengan nikmat?

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top