Memetik Hari

Kamu tipe yang bagaimana? Merencanakan masa depan dengan sedemikian rupa, mengikuti alur semesta, atau mungkin keduanya?

Beberapa di antara kita pasti pernah terlalu khawatir dengan masa yang akan datang, entah itu perihal karier, hubungan, mimpi, bahkan ketakutan akan sebuah kehilangan.

Memang sering kali pikiran terlalu liar memikirkan kemungkinan terburuk dari harapan serta angan. Kamu sebenarnya tau, sangat tau, terlalu khawatir tak baik untuk dirimu.

Membuatmu terjaga saat malam tiba, tak jarang rasa khawatir itu tiba-tiba kian membuncah tak terbendung, mendatangkan cemas yang sebenarnya tak pantas, kadang tangis pecah karena sudah lelah dengan semuanya.

Mau berkenalan dengan kalimat favoritku?

Carpe diem, quam minimum credula postero

‘Petiklah hari dan percayalah sedikit mungkin akan hari esok’

Itu salah satu kalimat favoritku.

Menurutku, ia memiliki arti yang indah dan tenang; kalimat optimistis yang di dalamnya tak banyak mengandung harapan-harapan semu tak pasti. Hanya lakukan.

Memetik hari, lakukan yang terbaik untuk hari ini, hari ini yang terpenting, jangan terlalu khawatir akan masa yang akan datang.

Seperti halnya membangun sebuah rumah, dalam pikiran, membangun rumah kokoh tentu saja kerap terlintas, hingga bagaimana nanti proses atap dibuat. Namun, ada yang lebih penting untuk hari ini, saat ini waktunya proses membuat fondasi, cukup berfokus dan lakukan yang terbaik. Besoknya, saat membangun tembok pun begitu, seterusnya begitu.

Masa depan akan mengikutimu. Hingga saatnya tiba rumah kokoh impian, hasil fokus tiap bagian pun tersaji.

4 5 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top