Keluar dari Zona

Rutinitas tiap malam untuk berbaring dalam kamar gelap ditemani iringan lagu pemberi semangat, namun melodinya masih terkalahkan oleh bisingnya pikiran yang kian ramai oleh banyak pemikiran.

Keinginan bergumul meminta diwujudkan segera, masa lalu lalu-lalang sesekali menorehkan luka, pikiran gagal tak memberi jeda untuk tenang barang sebentar saja.

Harapan yang kurancang tiap malam membuat hariku menjadi tak tenang. Aku sering menuntut banyak hal, berpatokan dengan keberhasilan orang-orang, dan menyia-nyiakan momen kebersamaan. Aku mempersulitnya sendiri, dengan segala kata “jika” yang padahal semisal “jika” ini diganti sebuah syukur semua mungkin akan baik-baik saja.

“Bahagia bisa kuciptakan sendiri, bersyukur mulai sekarang, dan coba untuk menerima keadaan, tiap-tiap kita memiliki kisah awal dan akhir yang berbeda, yang perlu dilakukan hanya berjalan melewatinya,” kata-kata ini seperti mantra untuk menghentikanku dari segala halusinasi.

Tak perlu menjadi Avatar yang mengendalikan air, tanah, api, dan udara, cukup menjadi diri sendiri yang dapat mengendalikan tiap emosi.

Sebab sekali lagi, segala rasa dalam diri adalah tanggung jawab tiap pribadi, keadaan luar dapat berganti-ganti namun pengendali diri tetap diri kita sendiri

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top