Ibu, Aku Takut

Ibu tau? Awal mula kukira ibu tokoh antagonis dalam ceritaku.

Maafkan aku, emosiku masih labil dan terlalu cepat dalam menafsirkan sesuatu.

Namun seiring waktu menempati tempatnya, aku tersadar, terlepas dari tegasnya tutur lisan, ada hati yang terlalu lapang untuk dijelaskan.

Bu, anakmu ini sering menangis.

Dalam diamnya ia memikirkan kemungkinan-kemungkinan paling tragis.

Nasihatmu untuk menjadi wanita kuat akan selalu kuingat Bu, meski aku ragu bisakah aku sehebat dirimu.

Ibu, aku takut saat nanti tiba waktunya untukku keluar dari balik punggungmu.

Aku takut Bu, bagaimana jika nanti tak ada yang mendengarkanku sebaik dirimu?

Bagaimana jika nanti tak ada yang sayang padaku setulus dirimu?

Aku takut dunia tak menerimaku.

Namun aku percaya akan doa Ibu.

Jadi kumohon, selalu lindungi aku dengan doa-doamu Bu.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top