Perjalanan Menjadi Manusia

Tidak terasa sudah 29 tahun aku hidup di dunia, semenjak aku berada dalam rahim ibu yang begitu hangat hingga akhirnya aku terlahir dengan sehat. Setiap hal yang terjadi dalam hidup menjadi momen yang akan kuingat nantinya. Sedih, bahagia, kecewa, terluka, dan perasaan lain yang sudah aku cicipi rasanya.

Manusia akan selalu bertumbuh, entah itu raga maupun jiwanya. Manusia akan menjadi dewasa pada akhirnya, bagaimanapun prosesnya, bagaimanapun caranya, biar Tuhan yang mengaturnya. Kita akan menyadari bahwa semesta selalu punya rahasia.

Perjalananku menjadi manusia adalah fase demi fase yang telah berhasil aku lewati hingga aku berhasil ada sampai saat ini. Tak pernah mudah, tapi aku selalu berusaha menikmati kejutan demi kejutan yang ditunjukkan oleh Tuhan.

Jatuh lalu bangun lagi, terseok hingga kembali mampu berlari. Bahagia sekali lalu tiba-tiba dihantam sedih bertubi-tubi. Rasanya semua itu akan selalu berputar dalam siklus kehidupan. Hidupku dan juga hidup kalian.

Semakin hari aku semakin menyadari bahwa setiap hal yang aku alami adalah skenario Tuhan yang telah dituliskan. Baik buruk yang aku terima pada akhirnya mampu mendewasakanku dalam menjalani hidup di dunia.

Bagiku tak ada sedih yang akan menetap lama, karena ketika kita sabar dan mampu menerima, bahagia itu akan tiba. Juga perihal bahagia, bisa diambil begitu saja tanpa perlu Tuhan memberikan aba-aba. Itulah mengapa bersyukur dalam setiap keadaan menjadi hal yang harus tetap ada.

Perjalananku menjadi manusia tidak semudah yang tampak pada media sosial. Bahagia yang aku tunjukkan terkadang adalah pengalihan dari rasa sedih yang aku sembunyikan. Ya, manusia memang pandai bersandiwara, bukan?

Bertemu dengan banyak karakter manusia membuatku paham tentang arti penerimaan. Bukan tugasku mengatur sikap orang lain, karena pada akhirnya semua tergantung penerimaan dan caraku menyikapinya. Pun bukan tugasku juga untuk membuat semua orang di sekitarku bahagia, jika pada akhirnya itu hanya membuatku terluka.

Semakin dewasa aku mulai mengerti bahwa tidak semua orang akan selamanya ada di hidupku, beberapa harus pergi karena sudah tak sejalan lagi. Beberapa harus berjarak karena keadaan yang tak memihak. Beberapa lagi memang harus ditinggalkan agar hidup terasa lebih nyaman.

Perjalananku masih panjang atau mungkin hanya tinggal menuju ajal semuanya ada di tangan Tuhan. Yang bisa aku lakukan sekarang adalah memaknai setiap napas yang sudah Tuhan berikan dalam hidup.

Menjadi baik ataupun menjadi buruk adalah pilihan yang ada di tanganmu, karena yang menjalani dan menerima konsekuensi tetaplah dirimu. Jika memang lelah istirahatlah.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top