Melihat Lebih Dalam untuk Melangkah ke Masa Depan

Pagi ini, burung-burung terdengar begitu nyaring bernyanyi, suara ayam berkokok mulai bersahut-sahutan seolah tak ingin kalah menyuarakan kehadiran. Bersyukur masih diberi kesempatan untuk terbangun dari tidur. Bersyukur karena masih diberi napas untuk hidup. Semuanya terasa lebih tenang sekarang, saat aku mulai memberi jeda pada kehidupan yang terasa begitu ramai. Aku terlalu sibuk mencari bahagia di luar sana, hingga aku lupa bahwa kebahagiaan itu ada di dalam sini, di hati ini.

Berkali-kali aku bertanya pada diri sendiri, apa yang sebenarnya aku inginkan? Dan apa yang sebenarnya sedang aku cari? Karena rasanya membingungkan dan terlalu banyak kegamangan. Berbagai macam orang hadir, beberapa kebaikan dan keburukan pun ikut mampir. Semuanya memberi pelajaran dan juga pesan, dan membuatku sadar bahwa hidup ini bukan hanya perihal makan, bernapas, dan tidur. Hidup adalah perjalanan yang memberikan pelajaran setiap harinya, bagaimana kita memberi makna dan bagaimana kita memberi kesan pada sesama. Lalu apa yang sedang aku rencanakan untuk masa depan? Tidak tahu, buntu.

Mungkin semuanya harus kumulai dari mencari kembali jati diriku yang mulai hilang. Mungkin segalanya bisa aku mulai dengan berdamai dengan segala luka yang masih tersimpan dan juga terkenang, agar aku bisa melangkah ke masa depan tanpa perlu khawatir pada trauma yang masih tertinggal. Aku sudah lama kehilangan diriku sendiri, di saat aku sibuk memastikan kebahagiaan orang lain yang bahkan tak peduli. Kini saatnya aku mulai berdamai dengan diriku sendiri. Melihat lebih ke dalam untuk menentukan langkah ke masa depan.

Tapi sebelum melakukannya, aku ingin bersyukur untuk segala hal yang sudah aku punya, untuk segala hal yang sudah berhasil aku lewati keadaannya. Hidup memang tidak pernah mudah, tapi menyerah juga bukan jalan keluar, tetaplah membumi meskipun langit mengajakmu terbang tinggi. Jangan lupa menyayangi dirimu sendiri, sebelum kamu memastikan kebahagiaan orang yang sedang kamu sayangi.

Kadang kita terlalu sibuk dengan dunia luar, hingga lupa memastikan bahwa jati diri kita tidak hilang. Kadang kita terlalu fokus pada masa depan, hingga lupa mensyukuri apa yang sudah kita miliki saat ini

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top