Labirin

Kita berkutat di tempat yang sama, tak beranjak ke mana-mana, hanya saling diam tak ingin bicara. Sejauh apa pun melangkah, pada akhirnya tak menemukan tujuan yang searah.

Seperti labirin yang berliku dan membuat resah saat tak menemukan titik temu. Aku mencarimu, menyusuri setiap lorong yang kau ciptakan sendiri agar bisa sampai pada hatimu.

Lorong yang penuh kehampaan dan begitu dingin, hingga membuatku terus berlari dan ingin segera bertemu ruang hangat yang kau sebut rumah itu.

Tapi semakin aku berlari, rasanya rumah itu semakin kau bawa pergi menjauh. Seakan tak ingin aku tinggali, bahkan sekadar untuk aku singgahi.

Akan sampai mana perjalananku ini? Kalau selama ini hanya aku yang mencoba mencari tapi kau hanya berdiam diri dengan segala ragu yang kau simpan di hati.

Kita tidak akan pernah ada, jika hanya berkutat dengan ego yang masih begitu berkuasa dalam rasa. Dan aku, sudah lelah dengan ketidakpastian yang selama ini kau perlihatkan. Jika ragu, lebih baik sudahi saja perjuanganmu yang setengah-setengah itu. Jika tak ingin menetap, pergi saja yang jauh dan tak usah berharap dekap.

Waktuku habis oleh kegamangan yang kau buat, sampai kapan kau akan bermain-main dengan hatiku yang sudah terlanjur terikat? Ayolah, berhenti bersikap seolah-olah sayang padahal kau banyak selingan.

Berhentilah berpura-pura peduli padahal bukan hanya hatiku yang kau singgahi. Aku ingin keluar dari labirin menyedihkan ini, aku ingin pergi. Aku ingin mengikhlaskan semua rasa termasuk benci yang sekarang mulai merasuk ke hati.

Karena dikecewakan berkali-kali, mampu merubah cinta menjadi benci. Karena disia-siakan tanpa kepastian, mampu mengubah segala kebaikan menjadi sebuah penyesalan.

Tak ada yang harus kita teruskan, kita selesai.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Merry Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Merry
Guest
Merry

Keren. Terjadi.

Top