Berjuang Bersama Meski Akhirnya Tak Bisa Sama-Sama

Kita bertemu lewat sosial media, saling mengenal hingga akhirnya memutuskan untuk bersama.
Bersamamu awalnya menyenangkan, meski banyak pertengkaran kecil yang kerap membuat kita salah paham.
Tapi karena rasa sayang, segala perbedaan terasa mudah kembali untuk disatukan.
Lambat laun semua menjadi terasa hambar.
Pertengkaran demi pertengkaran lebih sering mewarnai hari kita.
Bukannya adu rayu, tapi adu egolah yang sering kita lakukan.
Diam menjadi jawaban di setiap permasalahan.
Dan kamu tahu? Aku benci seseorang yang menyelesaikan masalah hanya dengan diam.
Tanpa solusi, tak ada kompromi.
Seolah masalah itu akan mereda sendiri tanpa perlu ada diskusi dan introspeksi.
Aku benci caramu menghadapi masalah, seolah tujuan kita sudah tak lagi searah.
Aku lelah..
Entah karena kita sudah terlalu kelelahan untuk saling berjuang atau memang rasa cinta itu sudah lama hilang.
Kebersamaan seperti menjadi sesuatu yang mahal untuk didapatkan.
Kita sekarang begitu asing, untuk hati masing-masing.
Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menyerah, aku pergi karena sudah begitu patah hati.
Aku akan melepaskanmu, pergilah jika bersamaku harimu tak lagi indah.
Pergilah jika menyayangiku lebih sering membuatmu lelah.
Aku menyayangimu, tapi jika kita hanya saling menyakiti, rasanya hubungan ini sudah tak layak lagi untuk dijalani.
Terima kasih karena sudah berjuang bersama, meski pada akhirnya kita tak bisa lagi sama-sama.
Terima kasih karena pernah menjadi peluk paling hangat saat hariku terasa berat.
Terima kasih untuk rasa sayang yang pernah tercurahkan.
Terima kasih pernah menjadi sosok yang selalu aku pastikan kebahagiaannya.

Kita memang saling menyayangi, tapi kita punya cara berbeda dalam menunjukkan rasa cinta.
Hingga akhirnya komunikasi menjadi sesuatu yang begitu susah.
Kamu tak mengerti maksudku dan aku tak memahami inginmu.
Kita tak menemukan titik temu.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top