Bahagiaku, Tanggung Jawabku

Belakangan ini, sering kali aku melihat maupun mendengar beberapa orang mengajak yang lainnya untuk mencintai diri sendiri. Self love menjadi istilah yang begitu diagung-agungkan saat ini. Iya, sebelum kamu mencintai orang lain, berusahalah untuk terlebih dulu menyayangi dirimu sendiri; menerima semua lebih dan kurang, berhenti memaksakan keadaan, dan mulai memahami apa yang diinginkan.

Bertahun-tahun lalu aku masih begitu asing dengan hal ini, asalkan melihat orang lain bahagia aku pun akan ikut bahagia. Tak peduli apakah kebahagiaan orang lain harus mengorbankan perasaanku atau tidak. Aku sering kali mengabaikan hal yang sebenarnya tak membuatku nyaman, aku sering kali membiarkan orang lain menyepelekan kepercayaan yang telah aku berikan, dan tanpa sadar aku pun juga sering membiarkan orang lain datang dan pergi semaunya ke dalam hidupku tanpa pernah peduli bagaimana perasaanku.

Aku mulai bertanya-tanya, apa itu bahagia? Saat segala sesuatu yang sedang aku jalani rasanya begitu hampa, aku mulai bertanya-tanya apakah aku benar-benar sudah bahagia? Ketika aku memperjuangkan sesuatu hingga kelelahan tanpa pernah ada balasan, apa itu definisi mencintai tanpa syarat? Kalau tanpa bisa aku mungkiri aku pun berharap balasan yang sama saat aku mencintai. Logikaku tak mampu menerima, tapi hatiku terus-menerus mengamini segala tingkah lakunya. Mengapa aku begitu mati-matian membahagiakan orang lain padahal hatiku sendiri dihantam kecewa dan sesak?

Cukup, logikaku mulai berbicara. Mau sampai kapan mengorbankan hati sendiri tapi yang kamu perjuangkan tak pernah peduli? Mau sampai kapan membiarkan batinmu tertekan oleh sesuatu yang tak layak kamu pertahankan? Orang tua yang sudah melahirkan dan membesarkanmu selalu berdoa dan mengupayakan kebahagiaanmu. Lalu kamu seenaknya saja memilih untuk tidak bahagia dengan orang lain? Hei, sadar! Kamu yang bertanggung jawab untuk kebahagiaanmu sendiri, kamu yang bertanggung jawab untuk setiap senyum dan tawa yang hadir di wajahmu.

Bukankah jika kamu sudah selesai dengan dirimu sendiri, aura kebahagiaan pun akan terpancar dari dirimu? Bukankah ketika dirimu bahagia, orang lain di sekitarmu pun akan merasakan hal positif yang kamu punya?

Bahagia atau tidak adalah pilihanmu dan tanggung jawab dirimu sendiri, bukan orang lain yang sedang bersamamu. Dan bukan tugasmu juga untuk membuat semua orang bahagia.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top