Jeritan dalam Bisu

Kadang, aku marah

Ketika semesta beraksi

dan menuliskanku sebuah ironi

 

Pernah, aku hancur

Ketika sudah jauh berlari

tapi hanya jalan buntu yang kutemui

 

Sudah, ingin kuakhiri

Ketika semua begitu perih

dan tiada kata yang cukup mewakili

 

Teruntuk kamu,

yang juga menjerit dalam bisu

— menjeritlah bersamaku, sekuat tenagamu

 

Karena, percaya lah, kelak kita ‘kan tersenyum

Atas segala pilu yang terlewati

dan harapan yang selalu menanti

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top