folder Filed in Puisi, Sepasang, Yang Lain
Pasar Malam
Jika nanti pasar malam itu sudah tak beroperasi, temui aku di kala kau ingin dan rindu, jangan sungkan minta ditemani. Karna sejatinya, akulah yang paling ingin menemanimu.
Laili Ghina comment One Comment access_time 1 min read

Jika nanti bianglala itu sudah berhenti,
Mampirlah kerumahku,
Duduklah ditepi,
Barangkali kau sudi meminum segelas kopi.

Jika nanti komedi putar itu sudah berhenti,
Lihatlah kesekitar,
Jika kau merasa sendiri,
Temuilah aku di samping komedi putar.

Jika nanti permen kapas itu sudah habis,
Bicaralah padaku dengan lugas,
Akan kuberikan kau cermin rias,
Agar kau bisa merasakan manisnya permen kapas.

Jika nanti pasar malam itu sudah tak beroperasi,
Temui aku di kala kau ingin dan rindu,
Jangan sungkan minta ditemani,
Karna sejatinya, akulah yang paling ingin menemanimu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment