Fakultas Pemaafan

Pada suatu sore setengah matang, ada beberapa hal yang nampaknya hilang, seperti warna sendu di tepi langit yang biasanya membentang. Saya mengintip dari jendela depan, rupa-rupanya mendung sedang mengarak hujan. Perlahan kemudian ia mengetuk atap, mungkin bermaksud untuk datang.

Telpon yang seharian ini bungkam, tiba-tiba berdering. Dari ujung sana menyergap saya, “Halo, ini masa lalu, hendak mampir sebentar ke hatimu.” Spontan saya menutup telpon itu. Tunggang langgang saya berlari menuju kamar, menyembunyikan muka di lipatan bantal. Saya ketakutan.

Dentang lonceng akhir tahun ini, adalah kali ketiga saya mendengarkannya tanpamu. Namun ternyata tak juga membuat saya serta merta lupa namamu. Ingatan itu justru melata lebih cepat ketika saya berusaha untuk melupakan. Jangan-jangan kenangan yang bicara di ujung telpon tadi itu kamu, yang selalu saya usahakan untuk melupa? Sialan.

Tak lama kemudian hujan mereda. Hanya rintik-rintik yang tersisa. Sepertinya juga saya sudah cukup berani untuk membuka pintu, siapa tahu ada seseorang yang hendak bertamu. Seperti yang menelpon di ujung telpon waktu lalu.

Tidak, tidak, saya bercanda. Semoga ia tidak datang.

Belum penuh pintu itu terbuka, harum tanah selepas hujan yang dibawa hembus angin mendesak masuk ke rumah, dan saya sudah mendapati ada seorang tamu yang mendudukkan lelah di kursi goyang. Ajaib sekali manusia ini. “Siapa kamu?” Todong saya sembari menutup pintu.

“Sebelumnya, saya orang jauh yang repot-repot membawa seluruh luka, trauma, ingatan pahit, juga hal-hal yang kamu inginkan tapi tidak terwujud serta hal-hal yang kamu hindari namun justru menumbuhkan takut. Saya masa lalumu, hendak menyelesaikan seluruhnya bersamamu. Ikut denganku, kita akan duduk dengan yang lain, belajar memaafkan, di fakultas pemaafan.” Jawabnya.

Batin saya tercekat. Darah saya mendidih namun keringat saya menggigil. Saya belum siap. Tapi sampai kapan? Kemana nyali itu pergi ketika saya membutuhkannya di kondisi genting semacam ini? Ya Tuhan, berikan saya keberanian.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top