Merasa Sendiri

Saat merasa sendiri
Sering kali aku bingung
Bagaimana menyandarkan tangisku padamu?
Bagaimana mendengarkan kata penenangmu di telingaku?
Bagaimana merasakan peluk erat nyamanmu?

Sedangkan,
Nyatamu bahkan hadirmu saja tak bisa kurasakan

Maaf,
Jika sering kali kusandarkan tangisku pada bukanmu
Kusandarkan pada apa saja yang kutemui di depanku

Maaf,
Jika sering kali yang kudengar juga bukan darimu
Peluk yang kurasakan juga bukan kamu

Tetap saja, aku masih merasa sendiri

—-

Di antara jeda kesendirian ini
Kau pun berbisik padaku
“ Bukankah itu bahuku juga, saat kau sandarkan tangismu “
“ Bukankah itu kata-kataku juga “
“ Bukankah itu pelukku juga “
“ Aku hadir dalam setiap nyata, maupun fanamu”
“ Bahkan, sepimu pun itu aku”

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top