Untuk Kita yang Selalu Menerima

Hari ini yang diam sendiri lagi

 

Malam itu langit masih sama

Jam masih berdetak, bumi masih berputar pada porosnya

Satu-dua malaikat turun menghampiri dua manusia yang berjibaku dalam doa

Bulan dan bintang bersorak-sorai juga, menunggu bahagia

 

//Hari ini yang diam sendiri lagi//

 

Waktu aku dilahirkan aku menangis juga

Berebut tempat dengan gemercik hujan bila juni tiba

Jika hari ini aku hilang suara

Apakah itu membuatku berbeda?

 

//Hari ini yang diam sendiri lagi//

 

Bagiku hidup adalah perjalanan, kadang berliku, kadang tajam alurnya

Tidak setiap luka harus dideklarasikan, biar kita paham prosesnya

Seperti hidup, tidak semua rasa harus disuarakan

Beberapa ada untuk dipendam, satu dua direlakan; tak tersampaikan

 

//Hari ini yang diam sendiri lagi//

 

Ada beberapa hal yang manusia lupakan

Yang diam bukan berarti tak butuh teman

Yang suka sendiri belum tentu tak sepi

Yang suka menarik diri belum tentu tak punya hati

 

//Hari ini yang diam sendiri lagi//

 

Aku manusia juga

Suka menerka rasa

Diamku bukan tuli apalagi buta

Ini hanya tentang cara kita yang berbeda

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top