folder Filed in Puisi, Sepasang, Yang Akan, Yang Lain
Untuk Seseorang yang Sedang Kesepian
Aku mau jadi apa saja yang mengingatkanmu bahwa kau tidak pernah benar-benar sendiri. Dan sepi hanyalah bait-bait puisi yang fiksi.
Jovan Christopher comment 0 Comments access_time 1 min read

Menjelang malam jatuh menimpa seisi kota,
kutemukan dirimu muram menghadap ke luar jendela
Ada kenangan-kenangan dan keinginan-keinginan,
yang belum sempat kau tanggalkan dan tinggalkan.

Udara di rongga dadamu,
kini begitu sejuk dan sesak.
Kau seolah ingin berteriak.
Tapi kesunyian dan kesendirian,
punya suara yang lebih nyaring,
daripada kepedihan.

Kau lalu berbaring dan mencoba memejamkan mata,
membenamkan dirimu dan semua masalahmu.
Tapi masa lalu selalu datang seperti hantu.
Ia selalu gemar mengganggu tidurmu.
Sampai-sampai kini kau mulai lupa hitungan waktu.
Sudah pukul berapa sekarang, tanyamu.

Kau tahu, aku ingin jadi lampu redup,
yang sibuk menyanyikan lagu nina bobo hingga matamu mulai sayup.
Atau jadi televisi yang sengaja kau biarkan bicara sendiri,
menemanimu menangis seorang diri.
Aku juga mau jadi selimut,
yang selalu cemburu saat kau memeluk dirimu sendiri.

Aku mau jadi apa saja,
yang mengingatkanmu bahwa kau tidak pernah benar-benar sendiri.
Dan sepi hanyalah,
bait-bait puisi yang fiksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment