Suraloka

Ka, kau tidak tahu saja—
Tiap kali kaurapal namaku yang bidari itu
seperti doamu yang paling telanjang—
bahwa sudah sekian purnama,
sejak kau jumpakan’ ku,
dengan jendela suraloka.

Dan aku diam-diam masuk ke sana,
dengan kado sepasang sayap
yang patah bersama jatuhmu kala itu,
aku sayup-sayup menyelinap
menjadi syahdu yang berumah
dalam temaram suralaya.

Ka, kau tidak tahu saja—
kau sudah batara,
jauh sebelum elokku kauberi nama.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Ilais Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Ilais
Guest
Ilais

Dalam sekali

Top