folder Filed in Puisi, Sekitar, Yang Rutin, Yang Sekarang
Doa-Doa Pada Tuhan yang Sederhana, 09
Tuhan, terima kasih untuk hari ini. Untuk lutut yang masih mampu menekuk, dan pejam yang masih sudi mampu untuk memujamu, dan utuh hadirmu dalam diri kami.
Jespica comment 0 Comments access_time 1 min read

Tuhan, terima kasih untuk hidup.
Terima kasih untuk napas.
Terima kasih untuk mata yang masih mampu membuka,
dan mulut yang masih mampu bersuara, masih mampu memujamu.
Terima kasih untuk tidur di malam kemarin yang kauberi
pada kami hingga kami mampu membuka mata
kembali, dan rayakan syahdu dunia ini.

Tuhan, kami adalah hamba yang kotor dan kebingungan.
Karena berkatmu, kami mampu melihat itu.
Karena berkatmu, kami mampu menengadah merapal doa
untuk esok yang lebih sentosa.

Tuhan, kami adalah hamba yang berbahagia.
Untuk itu, kami juga berterima kasih padamu.
Tuhan, kami adalah hamba yang bodoh, cilik, dan jenaka.
Karuniamu adalah mampu kami untuk mau menjadi lebih baik daripada ini.

Tuhan, terima kasih untuk hari ini.
Untuk lutut yang masih mampu menekuk,
dan pejam yang masih sudi mampu untuk memujamu,
dan utuh hadirmu dalam diri kami.

Tuhan, semoga hari ini baik.

Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment