Permainan Ini Tidak Adil

Sebelumnya, aku ingin mengucapkan selamat untuk orang-orang yang pandai bermain game survival.

Selamat! Setidaknya kamu pernah berhasil melawan tantangan dan memenangkan fase bertahan hidup walaupun hanya dalam permainan simulasi.

Dalam pandanganku, kehidupan ini seperti game survival. Dalam game, kita bertahan hidup untuk mencapai sesuatu. Menjalankan misi untuk sampai pada tujuannya. Namun, ada beberapa perbedaan besar yang tidak adil antara bertahan hidup dalam game dan bertahan hidup di dunia nyata.

Kita tidak menjalankan misi untuk sampai pada tujuan. Kita mencari tujuan agar dapat menjalankan misi. Selama ini, kita turun ke bumi hanya dibekali akal sehat dan jiwa bersih. Untuk beberapa orang beruntung, mereka memiliki hak istimewa dengan mendapatkan seorang pemandu mulia yang menunjukkan cara bertahan hidup di dunia yang asing dan banyak tipu muslihat ini.

Dalam game, terdapat sesi percobaan sebelum memulai, bertujuan agar kita memahami apa saja tombol yang harus dipakai dan untuk apa mereka. Lalu ketika di pertengahan game kita kalah atau menyesal karena tidak sempat mengambil sesuatu yang berharga untuk menambah poin, kita bisa mulai lagi dari awal. Namun, jika kita melakukan kesalahan dalam kehidupan nyata, kita hanya bisa melanjutkan laju kehidupan dan mengabaikan sesal. Jika kita mati, kita tidak bisa mulai lagi dari awal. Kita selesai.

Dalam game, kita dapat berhenti dan mulai kembali nanti. Dalam kehidupan, kita harus bertahan dan terus berjalan. Istirahat sejenak rasanya seperti sebuah kesalahan. Jika kita berhenti sejenak, bukan berarti waktu ikut berhenti, rasanya seperti tertinggal jauh karena waktu yang terus berputar cepat dari hari ke hari.


Tidak adil; bermain game tanpa tahu apa yang akan terjadi di depan mata, menjalankan game tanpa tahu dari mana harus memulai misi, dan memulai game yang hanya akan berhenti jika kita mati.

Ya, hidup memang tidak adil jika kita melihatnya tidak adil.

Seperti bunga mawar yang keindahannya dirundung duri. Mawar memang indah jika kita hanya melihat bunganya. Namun, mawar juga berbahaya jika kita hanya melihat durinya saja.

Ingat, kita dibekali akal sehat dan jiwa bersih. Berpikirlah bijak dengan hati tenang.

Kita diberikan pilihan untuk menggapai tujuan apa yang ingin kita raih dan memilih apa saja misi untuk sampai dalam tujuan tersebut. Kita memang tidak bisa memutar waktu atau memulai kembali kehidupan dari awal jika melakukan kesalahan. Namun, kita dapat memilih di mana kita ingin mengakhiri kesalahan dan kapan kita memulai kembali harapan baru.

Waktu memang terus berjalan tanpa bisa kita kendalikan. Sang waktu malah berlari semakin cepat ketika kita berusaha menyamainya. Namun, kita dapat memilih untuk mengabaikan waktu sejenak. Kita dapat berhenti untuk menenangkan detak jantung yang terus bergemuruh, mengistirahatkan paru-paru yang selalu terengah-engah, dan memandu hati serta otak untuk berdamai dengan diri yang terlalu terobsesi pada sang waktu.

Hidup kita mungkin tidak adil. Namun, kita dapat memilih sampai kapan ketidakadilan memilih kehidupan kita sebagai subjeknya.

4.5 8 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top