Harap yang Hampir Hilang, Hampa yang Selalu Datang

Tak pernah menjadi inginnya melalui semua ini,

Merasakan sepi,

Menjalani sendiri,

Dan berakhir mengasihani diri,

 

Berawal dari kebanggaannya karena berpikir memiliki segalanya,

Sampai akhirnya tersadar bahwa segalanya ternyata tidak baik-baik saja seperti kelihatannya, 

 

Ia,

Yang selalu berusaha memberi kasih,

Harus menerima kenyataan bahwa kebanggaannya hanyalah sebuah angan yang teramat perih,

Ia,

Yang selalu berusaha memberi sayang,

Harus menerima kenyataan dengan lapang, 

Ia,

Yang selalu berusaha memberi senyum,

Menatapi keadaanya dalam lamun,

Ia,

Yang selalu berusaha memberi tawa,

Yang ternyata dirundung hampa, 

Ia,

Yang selalu berdiri tegap,

Yang ternyata hampir kehilangan harap,

 

Sampai kemudian,

Ia mencoba kembali berjalan,

Mempercayakan segala keadaan,

Menyerahkan semuanya kepada Sang Pemilik Kehidupan. 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top