Terpulihkan Waktu dan Penerimaan

Sudah cukup lama kami kehilanganmu.
Meski kutahu, “hilang” hanya sebuah kata yang disematkan dunia kepadamu.
Karena bagiku kau tak pernah hilang seluruh.
Masih kulihat senyummu.
Masih dapat kubaui aromamu.
Dalam sunyi aku masih mendengar riakmu.
Begitu caraku mempertahankanmu.

Kuakui, menyeiramakan langkah tanpa hadirmu, rupanya tak mudah.
Kadang aku lelah
Ingin menyerah
Namun, dahulu kau mengajar untuk tidak berkeluh-kesah.
Meski begitu, kuakui sudah begitu banyak air mata tumpah.

Semesta akhirnya membawaku kembali di rumah ini.
Pedih karena tak melihat dan menyentuhmu lagi.
Namun, meski perlahan, waktu mengajarkanku untuk sembuh.
Dan mencoba menerima cara hadirmu, lewat Adik, Kakak, dan Papa.
Sekali lagi, Mama, kau tak pernah hilang seluruh!

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top