folder Filed in Puisi, Sendiri, Yang Lain, Yang Sekarang
Merengkuh Perih
“Tuhan hadir dalam reruntuhan hidup.” Kau baca puisi itu dengan takjub. Pagi itu, di kamar yang tertutup, Kau mengucap: “aku masih bertahan. Tenagaku masih cukup.”
Imbran Bonde comment 0 Comments access_time 1 min read

I

Dengan cucuknya, aku coba menanyai.

Bagaimana goresan hidupmu yang sudah kau lewati.

Awalnya diam. Tapi, akhirnya kau coba mengurai.

Kisahmu, memang sungguh perih.

 

II

Rupanya, kau telah banyak belajar.

Kau melawan dan bertahan meskipun gentar.

Dalam kerapuhan kau coba tegar.

Karena kau tak mau mimpimu pudar.

 

III

“Tuhan hadir dalam reruntuhan hidup.”

Kau baca puisi itu dengan takjub.

Pagi itu, di kamar yang tertutup

Kau mengucap: “aku masih bertahan. Tenagaku masih cukup.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment