Terbentur untuk Terbentuk

Mencecap kegagalan memang tak pernah terasa menyenangkan. Terkadang aku terpuruk begitu lama dalam rasa sesal dan kesedihan. Terkadang semuanya terlalu menyesakkan dan aku tak bisa berbuat apa-apa untuk mengubah keadaan. Berkali-kali menemui kegagalan tak pernah membuatku khatam tentang caranya bangkit. Proses penerimaan pun tak pernah menjadi mudah hanya karena kegagalan telah menjadi suatu hal yang lumrah.

Bila menengok perjalananku ke belakang, rasanya begitu banyak rencana hidup yang harus berakhir menjadi sekadar pengandaian dan harapan-harapan yang harus pupus terhantam kenyataan. Sekarang aku lebih suka menyebut kegagalan sebagai pembelajaran, walau sebagian di antaranya masih menyisakan pengalaman yang menyakitkan. Tak apa, aku percaya kegagalan adalah bentuk lain dari pelajaran hidup yang diberikan Tuhan. Jika aku mau melihatnya dengan hati yang lebih lapang, banyak pelajaran berharga dari kegagalan yang membawaku berada sampai di titik sekarang.

Terkadang aku juga berpikir bahwa kegagalan adalah cara hidup membentukku menjadi manusia seutuhnya. Kegagalan bagaikan serangkaian anak tangga yang membawaku menuju sebuah titik, tempat seharusnya aku berada. Aku sering berandai-andai, jika aku tak menemui kegagalan-kegagalan itu, apakah aku akan berada di posisiku saat ini? Apakah aku akan menemukan tempat sebaik ini? Apakah aku akan dipertemukan dengan orang-orang di sekitarku saat ini?

Jika diberi kesempatan untuk mengulang waktu dan memperbaiki masa lalu, aku mungkin akan tetap mengambil keputusan yang sama. Karena meskipun berada di keadaan yang jauh di luar rencana, banyak pelajaran hidup yang kutemui selama tiap-tiap prosesnya. Aku bersyukur atas segala kegagalan yang membentukku menjadi diriku saat ini. Aku bersyukur masih diberikan kekuatan untuk bangkit dari segala kegagalan yang pernah kutemui.

Kini bagiku, penerimaan hanyalah perihal bagaimana kita menempatkan sudut pandang. Jika kita mau melihat kegagalan dengan hati yang lapang, kita akan menemukan pesan tersirat yang ingin disampaikan Tuhan. Memang tak ada yang mudah dalam menerima kegagalan, namun tak ada salahnya mencoba perspektif baru sebagai bagian dari penerimaan. Kegagalan bisa membawamu ke mana saja. Semuanya tergantung usahamu untuk bangkit dan menghadapinya.

4.6 5 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
jumibercerita
jumibercerita
1 month ago

ka boleh izin buat aku bacain ulang ga

iin isnaini
iin isnaini
28 days ago
Reply to  jumibercerita

silakan, dengan senang hati. terima kasih sudah membaca!:)

Top