Siapa Orang yang Paling Kausayangi?

Jika berbicara tentang seseorang yang paling disayangi, setiap orang pasti memiliki jawaban yang berbeda. Seseorang yang menduduki posisi pertama pastilah memiliki peran penting dalam cerita yang ada: ia yang selalu menyediakan pundak untuk berbagi beban, telinga untuk mendengarkan, dan selalu menerima dalam segala keadaan. Namun jika saya diberikan pertanyaan tentang siapa orang yang paling disayangi, saya kehabisan kata-kata untuk menjawabnya. Jika disebutkan satu per satu, rasanya terlalu banyak orang di sekitar yang saya sayangi. Mereka yang selalu setia menjadi penopang ketika saya terjebak dalam keterpurukan dan menjadi penyemangat untuk kembali bangkit dari kesedihan. 

Ketika saya menemui kegagalan berkali-kali, ibu selalu menjadi sosok yang setia merangkul saya tanpa menghakimi. Ibu tak pernah memaksa saya untuk mengikuti kehendaknya dan membiarkan saya melangkah sesuai apa yang saya inginkan. Saat keputusan yang saya pilih tak sesuai dengan harapan, ibu selalu menerima saya dengan hati yang lapang. Ibu seolah menyatukan kembali puing-puing harapan saya yang patah dan memberikan secercah ketenangan agar saya mampu lebih tabah menerima kegagalan. Selain ibu, tante saya juga menjadi seseorang yang memiliki peran penting selama saya tumbuh dan mendewasa. Beliau bagaikan orang tua kedua yang tak bosan memberikan petuah kepada saya. Terkadang saya pun meminta pendapat beliau ketika memerlukan pandangan lain sebelum memutuskan sesuatu. Beliau selalu menjaga saya seperti menjaga putrinya sendiri. 

Saat memiliki masalah yang tak mampu diceritakan kepada orang tua, saya biasa meluapkan keluh dan kesah kepada sahabat-sahabat yang ada. Mereka dengan setia mendengarkan setiap cerita saya bahkan sambil berurai air mata. Meskipun tak mampu bertatap muka, mereka selalu menyediakan waktu untuk bercerita lewat kolom percakapan maupun sambungan telepon. Terkadang mereka bertanya apakah saya memerlukan nasihat atau hanya sekadar ingin didengarkan. Mereka tak pernah memaksa saya untuk menceritakan segalanya, mereka memberikan saya ruang yang cukup untuk berbagi dan menyimpan sebagaimana yang saya ingini.

Tak dimungkiri, saya mampu berada di titik saat ini karena dukungan dan doa dari orang-orang yang saya kasihi. Mereka menjadi saksi bagaimana saya bertumbuh dari segala luka dan liku kehidupan yang menghampiri. Untuk setiap waktu yang mereka luangkan dan kasih sayang yang selalu mereka berikan: saya sangat bersyukur selalu dikelilingi oleh orang-orang tersayang.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top