Seutuhnya

Dalam hidup, tak jarang kita menemui berbagai rintangan dan kegagalan. Diremehkan, dicemooh, dan diabaikan, sudah menjadi bagian yang tak bisa lepas dari siklus kehidupan. Kegagalan, kekecewaan, dan kebimbangan adalah kawan selama perjalanan. Rupanya, hidup lebih dari sekedar menyusun rencana untuk meraih sesuatu yang diinginkan. Tapi juga bagaimana kita menghadapi cobaan yang kerap kali datang.

Hidup bisa sangat tak terduga memberikan senang dan sedih yang datang silih berganti. Terkadang kita ingin berhenti di masa saat semuanya baik-baik saja. Namun saat merasakan kesedihan, kita ingin waktu berlari secepatnya. Tentang bagaimana roda takdir berputar; semua adalah bagian dari dinamika kehidupan. Kita tak akan selalu mendapat terik dan tak akan selamanya terjebak di musim hujan. Kita butuh keduanya agar hidup menjadi seimbang.

Pada dasarnya hidup adalah serangkaian proses tanpa henti; untuk menerima, bangkit, memahami, dan melihat dari berbagai sisi. Begitu banyak peristiwa dalam hidup yang terasa menyakitkan, namun tak ayal juga memberikan sebuah pelajaran. Kita akan terjatuh, kemudian terbentuk menjadi lebih tangguh. Kita akan menemui kegagalan, kemudian belajar untuk bangkit melanjutkan perjalanan. Semua benturan dan rintangan adalah proses dalam kehidupan yang membentuk pendewasaan.

Kita akan bertemu orang-orang yang memberikan pelajaran berarti; tentang kekecewaan maupun arti sebuah kepercayaan. Mereka yang datang dan pergi, semuanya meninggalkan warna tersendiri. Meskipun hidup adalah siklus pertemuan dan perpisahan yang berulang, kita masih juga amatir dalam menghadapi kehilangan. Sering kali mengutuk takdir dan menyalahkan keadaan. Perihal terluka dan kecewa, rupanya tak ada yang benar-benar ahli untuk menyembuhkannya. Kita semua perlu waktu untuk berdamai dengan segalanya.

Sering kali kita sibuk membandingkan diri sendiri dengan menghitung kekurangan yang ada. Padahal, setiap manusia istimewa dengan cara yang berbeda. Kita tidak perlu sempurna untuk menjadi manusia seutuhnya. Terimalah segala yang ada pada dirimu sebagai sebuah anugerah dari Yang Maha Kuasa.

Akan ada saatnya kamu menyadari bahwa segala yang telah kau lalui, membentukmu hingga saat ini. Setiap kegagalan, kekecewaan, ujian dan kesedihan, memberimu pelajaran di masa mendatang. Jangan lupa untuk berterima kasih pada diri sendiri karena sudah bertahan sampai titik ini. Bersyukurlah, rayakanlah setiap proses yang telah kau lalui dengan berbuat baik sambil merefleksikan diri. Perjalananmu masih begitu panjang, sesekali kau boleh duduk untuk merenungkan arah dan tujuan. Masih ada esok, lusa, dan hari-hari setelah ini. Serta banyak lagi kesempatan untuk terus menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menjadi seorang manusia seutuhnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top