Selaksa Air Mata

Perihal terluka, kita semua pasti pernah mengalaminya. Namun perihal menyembuhkan, masing-masing dari kita punya cara yang berbeda. Dari segala cara yang kutemui, berdamai adalah cara paling baik. Meski harus memakan waktu yang lama dan menghabiskan selaksa air mata, semua luka itu akan pulih pada masanya. Berdamai berarti menerima dengan lapang, menjadikan luka sebagai pelajaran untuk masa mendatang. Terkadang, kita terlalu sibuk menyangkal kekecewaan dan melarikan diri dari kenyataan. Padahal, setiap luka hanya perlu penerimaan. Tak apa-apa untuk merasa terluka dan kecewa, tak apa jika hatimu mengatakan semuanya tak baik-baik saja.

Ketika rasa percaya berada dalam genggaman yang salah, kecewa adalah hal yang lumrah. Tak apa, kecewa mengajarkan kita untuk lebih hati-hati meletakkan percaya. Dan merasa terluka, tak membuat kita menjadi makhluk yang lemah. Setiap luka yang pernah singgah mengajarkan beragam pelajaran berbeda tentang kehilangan, kekecewaan, penghianatan. Semua mendewasakan dengan cara masing-masing. Meski luka pernah membuat kita begitu rapuh, ketika sembuh, ia akan membuat kita tumbuh menjadi lebih tangguh.

Beberapa luka mungkin akan tetap membekas dalam ingatan, menyisakan residu yang menyakitkan untuk dikenang. Bagaimanapun kita akan mengenangnya—tiap luka memiliki makna yang berbeda. Seorang teman pernah berkata kepadaku bahwa menyembuhkan luka adalah perihal mencari penawarnya. Namun bagiku, penawar hanyalah sebuah distraksi dari upaya penyembuhan itu sendiri. B`arangkali kita sudah tau bagaimana cara menyembuhkan, hanya saja urung menemukan titik balik yang menyadarkannya. Banyak yang bilang, waktu akan memulihkan segalanya. Tapi bagiku waktu tak berarti apa-apa jika kita terus saja memeluk luka itu dan enggan melepaskannya.

Setiap luka memberikan warna tersendiri bagi diri ini. Kita hanya perlu menerimanya sebagai pijakan untuk tumbuh menjadi lebih kuat lagi. Jika luka pernah membuatmu begitu tak berdaya, bangkitlah dan tunjukkan bahwa kamu mampu sembuh dengan segala asa yang ada. Tiap lelah dan air mata yang kau upayakan demi bangkit dari keterpurukan akan membawamu menjadi manusia yang lebih tangguh di masa mendatang.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
ismail Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
ismail
Member

wah keren emg mba iin🔝

Top