folder Filed in Prosa, Sepasang, Yang Akan, Yang Lain
Desember
Desember, maaf mengotorimu dengan banyak kesedihan. Tapi satu lagi kisah tentang perpisahan akan segera rampung ku tuliskan.
Iin Isnaini comment 2 Comments access_time 1 min read

Desember dirundung rindu; akan hujan yang lama tak bertemu, akan seseorang yang lama tak bertamu.

Apa kabar?

Tanda tanya di ujung kalimat itu adalah bukti keegoisanku untuk menyentuh hidupmu sekali lagi. Itu menjadi hakmu, untuk menjawab ataupun tidak menjawabnya sama sekali. Sedang aku hanya bisa tertegun di ujung jurang kekecewaan karena lagi-lagi, rasa rindu mengalahkan logika.

Kenapa sudah jarang singgah?

Pertanyaan itu adalah ultimatum selanjutnya. Tapi tak berhasil ku suarakan karena kamu sepertinya enggan menjawab apapun jenis pertanyaan. Maka ku simpan sendiri semua tanda tanya itu di dalam kepala. Mungkin bukan aku, masalah utamanya. Mungkin memang bukan aku, yang menjadi tujuannya.

Kapan kembali singgah?

Tidak tau, jawabannya tidak pernah ku tau. Mungkin esok atau lusa kalau ia sudah tak lagi meragu. Atau mungkin tiga puluh hari lagi, saat semua kisah itu telah selesai ku akhiri.

Desember, maaf mengotorimu dengan banyak kesedihan. Tapi satu lagi kisah tentang perpisahan akan segera rampung ku tuliskan. Jangan iri pada Januari yang selalu didambakan banyak orang, dielu-elukan namanya karena semua awal bermula dari bulan pertama.

Desember, selalu menjadi penutup yang manis dari segala yang pernah terjadi dalam sebelas bulan yang telah habis. Meskipun banyak yang mendamba kenangan lebih dari masa sekarang; tidak apa-apa. Desember selalu punya cara menjadi istimewa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment