Bertautan

Semuanya berawal dari sebuah nama dan jabat tangan.

Dalam hidup, aku dipertemukan dengan banyak orang yang datang silih berganti; ada yang menetap, ada yang hanya singgah kemudian pergi. Di antara mereka yang kutemui, aku beruntung bisa memiliki sahabat yang masih setia hingga saat ini; menjadi teman berbagi kebahagiaan dan kesedihan juga penaung segala keluh dan kesah. Mereka tak hanya menjadi teman, tapi juga motivator untuk terus menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Mereka mendukungku dengan cara-cara yang tak terduga; mengingatkanku saat mulai kehilangan arah, menjadi bahu tempat bersandar dan telinga yang selalu mendengarkan.

Saat jarak memisahkan, mereka tak menyerah dan saling meninggalkan. Percakapan panjang via telepon dan kolom obrolan menjadi bukti bahwa jarak bukanlah sebuah alasan untuk saling melupakan. Meskipun berada pada jalan yang berbeda, kita tetap bertautan; pada ikatan rasa yang terjalin dalam persahabatan.

Aku percaya bahwa orang-orang di sekitar juga menjadi faktor penting yang menentukan kesuksesan, bagaimana mereka mendukung dan merangkulku saat kehilangan sandaran. Mereka tak pernah memaksaku untuk bercerita, mereka tau kapan harus bertanya dan membiarkanku menceritakan segalanya. Mereka tau bagaimana cara menasehati tanpa menghakimi. Mereka tau kapan aku butuh masukan atau hanya ingin didengarkan.

Dari sekian banyak yang datang dan pergi, aku bersyukur memiliki mereka yang menetap hingga saat ini. Mereka yang ikut bertumbuh dan menua bersamaku untuk terus berbagi canda dan tawa hingga air mata.

Mari tuliskan lebih banyak cerita. Kelak semua ini akan kita rindukan saat masing-masing tak lagi mampu saling bertatap muka. Namun ketahuilah bahwa ikatan ini adalah sesuatu yang abadi. Kita mungkin tak selalu melihatnya, tapi kita tau ikatan itu selalu terjalin dalam hati. Mari habiskan lebih banyak waktu dan berbagi semua cerita tentang hidup maupun cita-cita. Mari menua dan dewasa bersama, saling mengingatkan dan menguatkan saat mimpi kehilangan arah dan sandaran. Mari berjalan berdampingan melewati segala aral dan terjal; mengukir lebih banyak cerita yang akan kita kenang saat jemari tak lagi mampu untuk saling bertautan.

Terima kasih telah menetap, sahabat. Terima kasih telah jadi kawan perjalanan yang hebat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top