Awal Tak Pernah Mengakhiri

Orang-orang berkata, awal adalah sebuah akhir dari cerita sebelumnya. Nyatanya kita tak pernah benar-benar mengakhiri segalanya. Kita tak akan pernah bisa lepas dari kenangan yang sudah-sudah. Kita tak pernah benar-benar melupakannya, yang kita lakukan hanya belajar berdamai dengan segalanya. Belajar untuk menjadi diri yang lebih baik dari sebelumnya. Kita masih memerlukan itu suatu saat nanti, agar kelak tak mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kali. Sebab semua yang pernah terjadi menyimpan pelajaran untuk esok hari.

Memulai kembali berarti memaafkan yang pernah menyakiti, merelakan yang telah beranjak pergi dan menerima segala yang terjadi.

Bagi saya memulai kembali tak perlu menunggu momentum hari raya atau pergantian tahun saja. Memulai kembali bisa dilakukan ketika saya sudah benar-benar siap berdamai dengan segalanya. Tak perlu menunggu waktu berdetak pukul dua belas malam atau tahun berganti angka. Memulai awal baru adalah tentang menerima dan memaafkan segala yang telah terjadi. Saya belajar untuk menerima segala rumpang yang tak akan bisa saya jadikan sempurna, belajar memaafkan diri sendiri atas segala cita-cita yang belum tercapai dan mimpi yang belum berhasil diraih, serta belajar menerima kenyataan bahwa hidup tak selamanya menyediakan kebahagiaan.

Nyatanya memulai kembali memang tak pernah menjadi mudah. Sesekali saya dihantui ketakutan dari masa lalu atau luka lama yang menyakitkan. Tapi, sebagai manusia saya hanya ingin menerima semua itu dengan semestinya. Entah itu rasa sakit, ketakutan, dan segala perasaan yang menemaninya. Karena dengan menerima perasaan itu saya belajar untuk menjadi manusia seutuhnya. Dari kesedihan saya belajar untuk bangkit dari keterpurukan, bahwa untuk mencecap kebahagiaan terkadang kita harus melalui begitu banyak perjuangan. Kesedihan dan kebahagiaan—semuanya akan bergulir pada waktunya masing-masing. Saya hanya perlu menerima mereka yang datang silih berganti.

Memulai kembali bukan berarti melupakan yang pernah terjadi. Sebab saya sadar, diri saya sekarang adalah hasil dari segala yang pernah terjadi bertahun-tahun sebelumnya. Pahit manisnya kehidupan yang telah terlewati adalah warna yang melekat dalam diri saya saat ini. Begitu banyak warna, begitu banyak cerita, dan saya tak mungkin menghapus segalanya. Bagi saya, memulai kembali berarti menerima segala yang sudah-sudah; membiarkan luka menjadi pelajaran berharga yang diberikan waktu kepada saya; membiarkan segala yang pergi menjadi kenangan untuk diingat suatu saat nanti; dan yang paling penting, menjaga segala yang masih dalam genggaman hingga saat ini.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top