Apa Kalimat Penyemangat yang Selalu Kauucapkan kepada Dirimu Sendiri?

Saat menjalani hari yang berat, aku tak selalu memiliki teman untuk berbagi beban yang kurasakan. Seringnya, aku menyimpan semuanya sendirian atau mencari kegiatan lain sebagai pelarian. Terasa menyedihkan, memang. Namun perlahan, aku menyadari bahwa hari-hari seperti itu memang harus kuhadapi seorang diri. Aku tak bisa memaksa siapa pun untuk selalu berada di sisiku, karena sudah menjadi tanggung jawabku untuk menjaga diriku sendiri.

This too shall pass”. Kalimat itu bagai mantra yang selalu mampu meredam lelahku di hari-hari yang berat. Namun rasanya, mantra itu tak cukup membantu setahun belakangan. Situasi yang tak menentu membuatku terjebak dalam satu pertanyaan besar yang selalu bergema di kepala: kapan semua ini akan berlalu?

Pada 2020, aku banyak kehilangan mimpi dan angan-anganku. Banyak hal yang sudah kurencanakan berakhir sebagai wacana yang entah kapan akan dilaksanakan. Rutinitas kecil melepas penat setelah menjalani hari yang berat kini tak lagi bisa kulakukan karena terbatas oleh keadaan. Rasanya ruang untukku bernapas semakin sempit, dan kenyataan membuatku semakin merasa terimpit. Namun di tengah kecemasan yang ada, aku dipaksa untuk terus melanjutkan langkah. Walau jauh di dalam hatiku, masih ada ragu untuk menentukan arah.

Dan hari-hari berat itu terus datang silih berganti. Layaknya sebuah permainan, kadang aku menang dan terkadang aku kalah dengan keadaan. Perasaan tersesat dan tak berdaya seperti kawan yang rutin menghampiri. “Tak apa, seperti yang sudah-sudah semua yang berat pasti akan lewat,” ujarku meyakinkan diri sendiri.

Terkadang aku termenung sambil mengingat kembali apa saja yang telah kulalui hingga saat ini. Ternyata, aku tak selemah yang kupikirkan. Walau berkali-kali menangisi kegagalan dan kekecewaan, aku masih mampu untuk bangkit dari kesedihan. Aku bersyukur karena tak pernah memilih untuk menyerah pada keadaan. Meskipun harus terjatuh dan terseok-seok, aku tetap berusaha bangkit; berjalan dengan tertatih. Sebab aku percaya setiap cobaan yang kuhadapi mengajarkanku sebuah pelajaran yang berarti.

Maka setiap kali merasa tak berdaya, akan kuingat lagi hari-hari di saat aku pernah merasakan hal yang sama; bahwa di masa lalu aku juga pernah merasa kalah, tapi tak pernah benar-benar memilih untuk menyerah.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top