Pada saat masih kecil, aku selalu ditinggal sendirian oleh orang tua ku. Alasannya adalah karena mereka lebih memikirkan tentang kesuksesan semu yang sedang diperjuangkan, ketimbang memberikan kebahagiaan yang nyata kepada darah daging mereka sendiri.

Tapi hal itu tidak menjadi masalah. Karena untungnya, aku mempunyai seorang teman perempuan yang selalu mau menemani dan mengajakku bermain.

Namanya Bella. Dia adalah seorang gadis manis yang selalu berbuat baik terhadapku. Setiap kali aku sedih, Bella akan selalu ada di samping dan menghiburku. Begitu juga dengan ketika aku membutuhkan bantuannya, maka dia pun akan selalu ada untuk membantu.

Jujur, pada saat itu, aku tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa membalas perbuatan baiknya. Bukan karena aku tidak mengetahui tentang barang atau hadiah favoritnya, melainkan karena aku tidak mengetahui apa pun tentang dirinya.

Dan semakin dia ada terus bersama denganku, maka semakin aku juga tidak bisa melepaskan dirinya dari dalam pikiran.

Ketika aku berlatih musik untuk persiapan lomba, maka Bella akan selalu ada untuk menemaniku. Ketika aku sedang mempersiapkan diri untuk ujian masuk ke suatu universitas, Bella juga tetap ada untuk menemani proses belajarku. Bahkan ketika aku sedang sibuk mempersiapkan masa depan, Bella tetap ada dan mau untuk membantu.

Aku bersyukur dengan kehadiran Bella. Dan aku tahu bahwa kasih sayangnya akan selalu tersimpan dan tidak akan pernah mati. Tapi aku sadar bahwa ini tidak dapat terus berlanjut. Hal ini tidak baik untuk kehidupan kami berdua. Terlebih lagi, pada waktu itu aku akan menikahi seorang perempuan, yang kelak akan menjadi istriku.

Sehingga pada saat itu, aku membuat sebuah keputusan yang sangat berat untuk meninggalkan Bella. Dan tanpa ada kata-kata yang keluar dari mulutnya, dia pun mengangguk setuju dengan perpisahan itu. Memang sakit rasanya, tapi ini adalah keputusan yang paling tepat bagi kami berdua.

Perpisahan dengan Bella, membuat ku bisa sampai akhirnya menikah dan membentuk keluarga baru, mempunyai anak laki-laki yang lucu dan tinggal di dalam sebuah rumah yang besar. Semua pencapaian ini membuatku merasa bahwa kehidupan sudah terasa seperti ada di dalam surga.

Tapi di kondisi yang sekarang, aku sudah tidak dapat merasakan kebahagiaan itu lagi. Bagaimana tidak? Kedua anak laki-laki yang sangat aku banggakan telah meninggal dalam sebuah tragedi kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Istri yang sudah tua dan sedang dalam kondisi terkena penyakit misterius. Begitu juga dengan aku sendiri, yang sudah tidak dapat beraktivitas dengan normal seperti pada saat masih muda.

Setiap hari, aku hanya bisa selalu bertanya mengenai kapan kematian akan datang untuk menjemput. Tapi sayangnya, malaikat pencabut nyawa tidak akan pernah mau untuk menjawabnya. Hingga pada suatu hari, aku mencoba untuk berjalan menuju keluar rumah dan menatap ke arah langit.

Tidak tahu apa yang terjadi, tapi pada saat menatap ke arah langit, aku tiba-tiba teringat akan sosok Bella. Ya, sosok yang pernah mengisi hari-hari ku dikala hidup hanya terasa seperti di neraka. Dan spontan, senyum yang sudah lama hilang dari wajahku pun, pada akhirnya bisa kembali untuk mengucapkan rasa syukur yang selama ini tertahan.

“Terimakasih Bella, karena sudah mau untuk selalu menemani dan setia di saat orang-orang meninggalkanku. Walaupun aku sadar,bahwa kamu tidak pernah ada sebelumnya”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment