Titik

Dewasa masih kueja

yang terbata-bata pada tiap-tiap lilin yang kutiup gembira

atau hari istimewa yang suka kulupa

dua puluh tahun tapi ku belum sampai ke sana

ada-ada saja, kadang tersandung atau berbelok arah ke mana saja

beberapa babak dilalui pasrah

tapi dewasa masih saja tak tahu arah

menyaksikan banyak hal yang lewat depan mataku atau

sekadar mendengar cerita baru bahkan tabu

bagi orang yang belum tahu

hatiku meronta ingin kebebasan segera

tapi akal berbicara bahwa dewasa masih harus dibaca

di setengah jalan aku mencari 

titik aku, dewasa

 

Kita dituntut semakin dewasa dalam dunia yang semakin bercanda

saat tertawa bukan lagi perihal bahagia 

tapi sebagai cara menutupi luka 

bisik-bisik tetangga kian hari kian asik

sampai tak tahu luka mana yang semakin tercekik

kadang menghindar memang jalan terbaik 

daripada obrolan-obrolan yang tak lagi menarik

manusia memang penafsir

tanpa tahu variabel mana yang harus ditelisik

dunia memang sedang tidak asik

dan lagi mereka-mereka hanya pintar mengusik

kian waktu dunia dan manusia kian berisik

apa-apa menjadi bisik

hidup memang sebercanda itu 

maka terkadang yang lain memilih pergi 

atau bungkam di balik sepi

sejenak menepi sambil merenungkan diri, mengistirahatkan hati,

juga mengembalikan akal sehat untuk jadi lebih kuat

tenanglah… menepi bukan berarti sendiri

berhenti bukan berarti menyerah

dan diam bukan berarti mengalah

sejenak hanya perlu intropeksi diri

dan mulai mencintai diri sendiri

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top